LANGIT7.ID - , Jakarta - Umumnya di penghujung tahun, banyak orang yang mengeluarkan prediksi atau
ramalan, baik itu keberuntungan atau kesialan di tahun selanjutnya. Bahkan, tak jarang ada yang meramalkan
kematian seseorang.
Menanggapi hal itu, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Burdah, Bogor,
Ustaz Muhammad Burdah menegaskan kematian adalah rahasia Allah SWT. Karena itu, sebagai seorang muslim untuk jangan mempercayai orang yang memprediksi atau meramalkan kematian.
Baca juga: Fatwa Haram Ramalan, Paranormal, dan Mempublikasikannya"Tidak usah mempercayai orang yang memprediksi kematian karena banyak juga
ulama yang tidak mengetahui hal demikian, walaupun ada sebagian wali-wali Allah yang mengetahui," ujar Ustaz Burdah kepada Langit7, Selasa (20/9/2022).
"Namun ketika ada prediksi apalagi dia bukan siapa-siapa lalu memprediksi kematian, maka tidak usah dipercaya. Kematian itu bagian dari rahasia Allah," lanjut dia.
Menurut dia, orang yang meramal kematian itu merupakan perbuatan yang merugikan. Sebab orang yang diramal akan merasakan takut sehingga mereka hidup dalam
keresahan.
"Sebenarnya orang meramal itu merugikan. Artinya dalam merespons hal demikian kan macam-macam. Nah, kalau dia orang yang merespons dan membuat orang takut akhirnyakan dia memberikan
mudharat kepada orang lain," katanya.
Baca juga: Dewan Pers Minta Media Tak Buat Berita Ramalan Terkait Hilangnya Eril"Jelas kalau orang memberikan kesusahan kepada orang lain sehingga membuat mereka kepikiran, maka orang tersebut harus ikut bertanggung jawab dalam keresahan yang dimunculkan," lanjut Ustaz Burdah.
Dia pun menyarankan kepada umat Islam untuk menjalani hidup dengan baik dan tidak perlu mempercayai ramalan, terlebih dalam hal kematian.
"Jadi lebih baik jalani saja hidup tidak usah percaya orang yang memprediksi, sebab dia bukan malaikat maut," pungkasnya.
(est)