LANGIT7.ID, Jakarta - Warga kompleks Ronesans Rezidans,
Turki, mengamuk. Hal itu lantaran bangunan di kompleks
tahan gempa tempat tinggal mereka ambruk akibat gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah beberapa waktu lalu.
Warga kompleks perumahan mewah di selatan Turki itu tak pernah mengira bahwa apartemen mereka harus runtuh akibat
gempa. Bahkan, ratusan orang tewas akibat tertimpa reruntuhan di kompleks tersebut.
Hal itu menyebabkan warga Ronesans Rezidans mengutuk keras para pihak yang terlibat dalam pembagunannya. Terlebih tempat itu juga diperkenalkan dengan nama "sepotong surga" pada satu dekade lalu.
Baca Juga: Seorang Kakek Donasikan Tabungan Umrahnya untuk Korban Gempa TurkiPara penyintas pun berdiri di dekat tumpukan puing apartemen. Mereka menunggu kabar dari orang-orang terkasih, sementara harapan untuk bertahan hidup terus memudar.
"Saudaraku tinggal di sini selama sepuluh tahun. Bangunan ini disebut aman gempa, tetapi Anda bisa lihat hasilnya," kata pria berusia 47 tahun, Hamza Alpaslan, seperti dikutip
Reuters, Sabtu (18/2/2023).
Kemarahan warga Turki mencuat setelah sebelas hari bencana gempa yang menewaskan lebih dari 43.000 orang di Turki dan Suriah. Jutaan orang harus kehilangan tempat tinggal mereka, sementara yang lainnya menilai Ronesans Rezidans sebagai praktik pembangunan korup dan cacat.
"Itu diperkenalkan sebagai tempat tinggal terindah di dunia. Kondisinya mengerikan. Tidak ada semen atau besi yang layak di dalamnya. Ini benar-benar neraka," ujar Hamza.
Baca Juga: Hamba Allah Asal Pakistan Sumbang Rp455,8 Miliar untuk Korban Gempa TurkiBanyak warga yang tinggal di kompleks tersebut menuduh kontraktor menggunakan bahan murah atau tidak sesuai. "Siapa yang bertanggung jawab? Semuanya, semuanya, semuanya," tambah Hamza seraya menyalahkan otoritas lokal dan pengawas bangunan.
Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Urbanisasi Turki memperkirakan 84.700 bangunan telah runtuh atau rusak parah. Termasuk kompleks Rezidans Ronesans.
"Kami menyewa tempat ini sebagai tempat elit, tempat yang aman," kata Sevil Karaabduloglu, yang kedua putrinya berada di bawah reruntuhan.
Sementara dilaporkan Anadolu, pengembang kompleks tersebut, Mehmet Yasar Coskun, ditangkap di Bandara Istanbul saat dia bersiap untuk terbang ke Montenegro Jumat malam lalu.
Baca Juga:
Muhammadiyah Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Hatay Turki
Maher Zain Membagikan Makanan ke Penyintas Gempa di Kahramanmaras(gar)