LANGIT7.ID - - Seni bela diri nusantara
Pencak Silat unjuk kedigdayaan di Qatar. Keindahan teknik-teknik silat diperagakan lima pesilat profesional di Multaqa Plaza, kompleks Education City, Al Rayyan, Selasa silam.
KBRI Doha dengan Qatar Museums, Qatar Foundation,
Kemendikbudristek, serta Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) menggelar acara “Pencak Silat Indonesia" untuk mempromosikan seni bela diri Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional Qatar dan merupakan bagian dari Tahun Kebudayaan Qatar-Indonesia 2023.
Baca juga: Siapkan Lahan 8 Hektare, Jabar Komitmen Kembangkan Pencak Silat"Menjadi suatu kebanggaan bagi Indonesia dapat berpartisipasi dalam rangkaian Qatar Indonesia Year of Culture 2023," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, dalam keterangannya dikutip Ahad (19/2/2023).
Selain unjuk kebolehan para pesilat juga memberikan pelatihan bagi masyarakat Qatar. Dari lima pesilat profesional tersebut ada yang berprofesi sebagai atlet dan aktor film.
Hilmar menerangkan bahwa Pencak Silat sudah diakui oleh
UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Penobatan tersebut dilakukan pada Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Bogota, Kolombia, pada 9-14 Desember 2019.
Hilmar juga menyebutkan bahwa Pencak Silat memiliki seluruh elemen yang membentuk Warisan Budaya Takbenda. Tradisi Pencak Silat terdiri dari tradisi lisan; seni pertunjukan, ritual, dan festival; kerajinan tradisional; pengetahuan dan praktik sosial; serta kearifan lokal.
Baca juga: Sekolah Dhuafa Raih Prestasi Pencak Silat Tingkat Nasional"Selain itu, pencak silat Indonesia juga merupakan salah satu olahraga yang meraih banyak prestasi di level internasional," katanya.
Pencak Silat berakar kuat pada warisan budaya, nilai, dan filosofis lokal. Nilai-nilai lokal yang tertanam dalam Pencak Silat mengajarkan para kestarianya untuk menjaga hubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam.
Oleh karenanya, Pencak Silat adalah bentuk seni bela diri tradisional yang kompleks yang menekankan aspek mental, spiritual, bela diri, dan juga artistik.
UNESCO mengakui Pencak Silat telah menjadi identitas dan pemersatu bangsa Indonesia, karena mengandung nilai-nilai persahabatan, toleransi, dan mengedepankan kohesi sosial.
Rekam jejak Pencak Silat dimulai dari abad ke-6, namun bisa jadi diwariskan jauh sebelum ada catatan yang terdokumentasi, sebagaimana olahraga tradisional lainnya yang biasa diajarkan dan diwariskan turun-temurun secara lisan.
Baca juga: Pencak Silat Diakui sebagai Warisan Budaya Indonesia di BelandaSelain penampilan pencak silat, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan tari dan musik tradisional oleh diaspora Indonesia di Qatar.
(est)