LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT),
Syifa Fauzia menyebutkan, pihaknya terus melakukan upaya kaderisasi atau regenerasi anggota melalui berbagai kegiatan sosial. Kaderisasi diperlukan dalam tubuh majelis taklim, mengingat 75 persen anggotanya saat ini berusia 50 tahun ke atas.
Menurut Syifa, kaderisasi dibutuhkan sebagai penyambung peran
majelis taklim sebagai organisasi yang membangun masyarakat melalui syiar Islam. Untuk itu, peran anak muda sangat penting dalam meneruskan semangat dakwah di Tanah Air.
"Kita untuk kader muda itu banyak dilibatkan dalam kegiatan sosialnya BKMT. Misalnya kayak kemarin (gempa) Cianjur, itu kita ngajakin yang muda-muda," ujar Syifa kepada
Langit7, Senin (20/2/2023).
Baca Juga: Manfaatkan Media Sosial, BKMT Bakal Sajikan Konten Dakwah KekinianKegiatan sosial itu, lanjut Syifa, sangat tepat dengan karakter
anak muda zaman sekarang. Terlebih, beberapa di antara mereka masih ada yang belum mau bergabung dengan ibu-ibu dalam setiap kegiatan pangajian di majelis taklim.
"Jadi yang pertama, untuk anak muda ini masuknya dari hal-hal yang berbau sosial, kepedulian sosial. Di situ mereka mau untuk membantu, menggalang dana, dan menyalurkan bantuan," katanya.
Kedua,
BKMT juga berupa untuk menyosialisasikan syiar dakwah Islam melalui media sosial. Pasalnya, kehidupan anak muda sekarang yang memang melekat dengan akses informasi secara digital.
Untuk itu, Syifa mengatakan pihaknya tengah merencanakan ke depan agar bisa memberikan konten terkait pelajaran, kegiatan BKMT, dan lainnya. Konten itu pun nantinya dikemas lebih kekinian, sehingga dapat menarik minat dari kalangan anak muda.
"Jujur, kita sih kepingin anak-anak muda bisa lebih terlibat dengan kegiatan dan organisasi majelis taklim. Tapi memang mindset anggota yang sepuh dan anak muda ini berbeda," ucapnya.
Baca Juga: Majelis Taklim Hibrida jadi Upaya BKMT Berdakwah di Ranah DigitalSyifa menilai hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi BKMT untuk bisa menyajikan hal yang diinginkan para anggotanya. Terlebih, rentang usia setiap anggota memiliki level dan keinginan yang berbeda.
"Misal untuk anak muda kita bicara
parenting, tapi di BKMT kita nggak bisa bicara itu lagi, karena bagi anggotanya itu sudah cucu, mereka sudah jadi nenek," lanjutnya menerangkan.
Ke depan, Syifa berharap agar dapat meneruskan semangat yang diwariskan ibundanya, Tuty Alawiyah, yang juga merupakan pendiri BKMT. Di mana BKMT harus terus eksis lebih kuat menjaga budaya sekaligus adaptif dengan teknologi dan perkembangan zaman.
"Ibu Tuty Alawiyah sudah memberikan nilai, kemandirian, keikhlasan, dan semangatnya. Nah, ini yang akan kita upayakan bisa terus berlanjut untuk generasi ke depannya juga menghadirkan kader yang punya kualitas. Jadi agar kita tidak dipandang kuantitasnya saja, tapi juga kualitas yang di antaranya pembangunan masyarakat," tuturnya.
"Sehingga BKMT bisa punya peranan di tengah masyarakat. Termasuk dalam hal peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi, wawasan kebangsaan, mempunyai kader di legislatif, kader yang bisa memimpin daerah, itu harapan kita," tambahnya.
Baca Juga:
Regenerasi Majelis Taklim, BKMT Ajak Anak Muda Syiarkan Dakwah
Upaya BKMT Majukan Dakwah Islam Lebih Modern(gar)