LANGIT7.ID, Jakarta -
Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) terus beradaptasi dalam menyiarkan dakwahnya. Salah satu upaya yang dilakukan BKMT adalah menggelar Majelis Taklim Hibrida demi menyampaikan pesan dakwah di zaman digitalisasi.
Ketua Umum BKMT,
Syifa Fauzia mengatakan, majelis taklim hibrida sudah mulai gencar dilakukan sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini. Kemudahan akses teknologi informasi membuat kegiatan penyebaran pesan dakwah dapat lebih mudah dilakukan, terutama dalam hal koordinasi majelis taklim di daerah.
"Terutama waktu Covid-19 kemarin, di mana kita semua dipaksa
online. Konteks majelis taklim sebagai organisasi itu sangat memudahkan sekali untuk seluruh Indonesia," kata Syifa kepada
Langit7, Senin (20/2/2023).
Baca Juga: Regenerasi Majelis Taklim, BKMT Ajak Anak Muda Syiarkan DakwahSebelum melakukan
majelis taklim hibrida, Syifa mengaku memiliki agenda rutin untuk menyambangi kegiatan majelis taklim di daerah. Bahkan, hal itu bisa dilakukannya dua kali dalam sebulan.
Dalam kegiatan bulanan tersebut, dia hadir di daerah demi menyelesaikan persoalan BKMT. Namun, keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri dalam hal interaksi anggota.
"Jadi majelis taklim pun kita 'paksa' untuk
online. Sehingga semua koordinasi juga bisa dilakukan lebih sering melalui rapat zoom," ujarnya.
Baca Juga: Upaya BKMT Majukan Dakwah Islam Lebih ModernKelebihan dan Kekurangan Majelis Taklim HibridaAnak dari Tuty Alawiyah, pendiri BKMT itu menyebutkan, ada tantangan tersendiri ketika BKMT menyelenggarakan majelis taklim secara online. Di mana mayoritas anggotanya justru lebih senang dengan majelis taklim
offline.
Mayoritas anggota BKMT yang 95 persennya wanita ini lebih menginginkan kegiatan majelis taklim diadakan secara tatap muka langsung. Pasalnya, banyak di antara jemaah lebih gemar bersilaturahmi dan bertemu antar anggota secara langsung.
"Jemaah ini banyak yang suka
offline, karena mereka merasa lebih mendapatkan kedekatannya. Uniknya ibu-ibu itu mereka memang suka ramai, kumpul, pakai baju seragam, salawatannya, dan semangat cium tangan gurunya," ungkapnya.
Untuk itu, majelis taklim
online lebih sering dilakukan untuk konteks keorganisasian BKMT. Artinya, majelis taklim
online lebih banyak dimanfaatkan untuk rapat koordinasi setiap anggota di daerah.
"Saya pun melantik pergantian pengurus daerah dilakukan lewat zoom. Ada sekitar 7-8 majelis taklim yang berganti kepengurusan waktu itu, karena kita sempat tersendat hampir 3 tahun (Covid-19)," tutur Syifa.
Baca Juga: Tasyakur Milad Ke-42, Ini Sejumlah Rangkaian Kegiatan BKMT(gar)