LANGIT7.ID, Jakarta - Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan imbauan ke seluruh masjid di Indonesia dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Ada tiga imbauan yang dikeluarkan untuk memuliakan Ramadhan.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran No.030.D/III/SE/PP-DMI/II/2023. Surat edaran tersebut ditandatangani Ketua DMI, Jusuf Kalla, dan Sekjen DMI, Imam Addaquruni, pada (5/02/23).
Berikut tiga imbauan DMI menjelang Ramadhan:
Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf Selamat dari Tipu Daya Istri Pejabat Keuangan Mesir1. Masjid Steril dari Politik Praktis DMI mengatakan, Ramadhan 1444 H atau Ramadhan 2023, masyarakat dan bangsa Indonesia sudah mulai memasuki suasana demam politik menuju Pemilu 2024. Oleh karena itu, DMI meminta masjid dijauhkan dari politik praktis.
“Agar gema Ramadhan dimaksimalkan untuk membangun kedamaian dan ketakwaan sehingga semua masjid, musala, langgar, dan surau agar disterilkan dari tarik-menarik kepentingan politik dan politik kepentingan yang justru akan berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa,” kata JK dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/2/2023)
2. Volume Speaker tidak BerlebihanDMI mengimbau seluruh masjid untuk memperhatikan
volume speaker masjid yang tidak berlebihan dan juga intesitasnya. Untuk kegiatan di luar azan dianjurkan menggunakan speaker dalam.
Baca Juga: Berkunjung ke Istiqlal Metaverse, Ada Ruang Salat dan Mimbar Khatib“Agar penggunaan loudspeaker masjid dengan pengaturan suara keluar tidak berlebihan baik volume, tempo, dan intesitasnya, yaitu lima menit sebelum azan Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan sepuluh menit sebelum azan Subuh. Sedangkan, kegiatan lain menggunakan
sound system dalam,” ujar JK.
Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menag No.05/2022 yang telah disepakati oleh DMI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengaturan volume itu diperlukan karena kegiatan di masjid akan meningkat lebih dari biasanya pada Ramadhan.
“Hal ini karena mengingat intesitas suara
loudspeaker masjid, musala, langgar, dan surau di bulan Ramadan ini akan meningkat lebih dari biasanya, sedangkan mobilitas kehidupan masyarakat tetap menuntut kebugaran dan tempo istirahat yang cukup,” kata JK.
Baca Juga: Makna Surat At-Takatsur: Bermegah-Megahan Membuat Manusia Lalai3. Tausiah Islamiah yang DamaiDMI meminta seluruh masjid untuk menyiapkan program tausiah Islamiah yang damai. Menurut JK, tausiah yang bertema damai untuk menjaga persatuan umat Islam.
“Agar masjid, musala, langgar, dan surau disemarakkan dan dimakmurkan dengan menyipakan program tausiah Islamiah yang menyejukkan, memupuk persatuan dan kesatuan umat dan bangsa sejalan dengan nama fungsional masjid sebagai jami’ yang berarti yang menyatukan atau yang mempersatukan umat dan bangsa,” ungkap JK.
(jqf)