LANGIT7.ID - Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani mengungkapkan, Sya’ban merupakan bulan umat Islam dianjurkan memperbanyak
shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini karena salah satu keistimewaan Sya’ban adalah bulan turunnya Surah Al Ahzab ayat 56. Allah Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab: 56).
Baca Juga: Doa dan Bacaan Malam Nisfu Syaban: Minta Panjang Umur dan Murah Rezeki
Mengutip laman resmi MUI, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi juga menganjurkan umat Islam memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada bulan ini. Membaca Al-Qur’an memang dianjurkan setiap waktu tanpa batasan, tapi anjuran membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan pada bulan dan tempat yang mengandung keberkahan. Seperti Ramadhan dan Sya’ban, Kota Mekkah, Madinah, dan Raudlah.
Dalam kitab Syahr Sya’ban Madza fih, Sayyid Muhammad mengutip sebuah riwayat dari Anas bin Malik. “Ketika memasuki bulan Sya’ban, orang-orang muslim sibuk membaktikan diri di depan mushaf dan mereka membacanya, mereka juga mengeluarkan zakat yang diberikan kepada orang-orang lemah dan miskin agar mereka mampu menjalani puasa di bulan Ramadhan.”
Baca Juga: Rahasia di Balik Shalawat saat Shalat, Kenapa Nama Nabi Ibrahim Disebut?
Selain itu, shalawat juga merupakan ibadah yang paling mudah. Seorang muslim boleh bershalawat meski tidak punya wudhu, bahkan saat junub. Bisa juga sambil berdiri, jalan, bahkan dengan berbaring. Meski memang yang utama adalah dalam keadaan suci, menundukkan kepala serta menjaga adab-adab lainnya.
“Shalawat merupakan bentuk ketaatan yang paling mudah untuk dilakukan dan paling dekat untuk diterima oleh Allah Al-Malik Al-Jalil.” (Kitab Sa’adah al-Darain hlm. 34)
(jqf)