LANGIT7.ID, Jakarta - Islam memberi keutamaan
berbakti kepada orang tua dengan posisi yang paling tinggi. Bakti merupakan hadiah terbaik untuk orang tua yang sudah wafat.
Memberi hadiah untuk orang tua tidak hanya dilakukan semasa hidup. Bahkan setelah orang tua wafat, anak tetap bisa memberi hadiah dan berbakti.
Memberi hadiah untuk orang tua yang sudah wafat dengan
amalan baik menjadi cara untuk mengenang jasa dan kebaikan mereka serta menggembirakannya di alam kubur.
Baca Juga: Alasan Perintah Berbakti kepada Orang Tua Jadi Wasiat dalam Al-Qur’anBerikut ini 5 cara memberi hadiah dalam rangka berbakti kepada orangtua yang sudah wafat:
1. DoaAnak bisa mengirim hadiah kepada orang tua yang wafat dalam bentuk doa. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa doa anak merupakan salah satu jariyah bagi orang tua yang pahalanya tidak putus-putus.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim).
2. Menyambung Silaturahmi Orang tuaHadiah anak bagi orangtua yang sudah wafat adalah dengan menyambung silaturahmi orangtua semasa hidup. Dengan menyambung dan menjaga tali silaturahim, maka anak telah memelihara silaturahim orang tua dengan kerabat atau rekan mereka semasa hidup.
Rasulullah menyebut menyambung tali silaturahmi orangtua merupakan salah satu cara berbakti kepada orang tua yang sudah wafat.
وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَاArtinya: ... menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya. (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
Baca Juga: Sungguh Rugi Jika Anak Tak Mau Merawat Orang Tua yang Sudah Renta3. Memohonkan AmpunanDari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,
بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا “Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya, mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya... (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).
4. Menunaikan Nazar Orang tuaMenunaikan nazar orang tua yang telah wafat merupakan salah satu bentuk bakti dan cara memberikan hadiah kepadanya. Nazar merupakan janji yang dibuat ketika orang tua memiliki keinginan tertentu semasa hidup.
Sabda Rasulullah dalam hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah soal berbakti kepada orang tua yang telah wafat di antaranya
وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا yang artinya memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia.
5. SedekahHadiah untuk orang tua yang telah wafat adalah dengan bersedekah atas namanya. Sedekah untuk mayit akan bermanfaat baginya berdasarkan ijma ulama.
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ – رضى الله عنه – تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ » . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا“Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia.
Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’
Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari)
Baca Juga:
Kisah Tiko Merawat Ibunya yang Depresi Layaknya Uwais Al Qarni
7 Adab Anak ke Orang Tua, Salah Satunya Jangan Merendahkan(gar)