LANGIT7.ID, Palembang - Komunitas Estate Padi (KEP) IPB University siap membantu para petani di Desa Air Balui, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin untuk lebih mandiri, sekaligus melek terhadap perkembangan teknologi sekarang ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim KEP IPB University, Dr Ir Amiruddin Saleh, MSi saat menghadiri kegiatan panen raya padi kelompok penangkar benih padi Kabupaten Muba, Kamis (26/8).
Amiruddin menyatakan siap mengawal para petani tersebut. Bahkan, pihaknya pun akan melatih petani-petani di desa tersebut agar menjadi petani yang mandiri.
Baca Juga: Komunitas Tani Wanita Bogor Bertekad Ciptakan Kampung Ramah Lingkungan“Kita akan latih dan kawal petani-petani jadi petani yang mandiri. Jadi, mereka bisa mempunyai pembibitan sendiri,” ujar dia.
Karena itu, lanjut dia, Komunitas Estate Padi IPB pun akan mendukung para petani dengan melatih petani dalam pengelolaan hingga melek terhadap kemajuan teknologi.
Saksikan webinar Langit7.id bertema "Muharram Momentum Kebangkitan Ekonomi Umat dari Masjid dan Pesantren". Pendaftaran KLIK DI SINI“Prinsipnya kita mengulurkan tangan untuk mengajak petani di Muba untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Tentunya, kita juga butuh support (dukungan) dari Pemkab Musi Banyuasin, karena kita tidak bisa melakukannya ini sendiri,” ucap dia.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim KEP IPB tersebut juga menyerahkan bantuan benih padi terbaru untuk masyarakat secara simbolis kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Musi Banyuasin, A Tamrin.
Tamrin mengatakan, pemerintah kabupaten setempat tak pernah berdiam diri. Sebaliknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dengan membuat terobosan bidang hilir yakni memasarkan beras petani kepada pegawai pemkab, baik itu PNS maupun tenaga kerja kontrak.
Menurut dia, rencananya itu beras hasil petani tersebut akan dibeli dan dikonsumsi warga Muba dengan harga Rp10.000 per kilogram. Syaratnya, para pengiling padi atau pengusaha besar membeli gabah petani dengan harga minimal Rp4.000 per kilogram GKP.
“Untuk memenuhi kebutuhan benih padi varietas unggul baru, Muba mulai mengembangkan kelompok penangkar benih padi Inbrida baik melalui APBD kabupaten, APBD provinsi dan APBN pusat berupa kegiatan koorporasi dan swadaya masyarakat yang pada tahun 2021 seluas 254 hektare di dua kecamatan, yakni Sungai Lilin dan Sanga Desa. Khusus Kecamatan Sanga Desa dilakukan kerja sama dengan Tim KEP IPB Bogor guna peningkatan teknis budidaya, SDM, dan manejemen kelompok tani,” tutup dia.
(bal)