LANGIT7.ID, Jakarta- - Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia merayakan
Nuzulul Quran, sebuah peristiwa penting dalam sejarah agama Islam yang menandai turunnya Al-Qur’an. Diperingati setiap 17 Ramadhan, peristiwa ini dianggap sangat penting karena pada saat inilah wahyu dari Allah SWT disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai tanggal pasti turunnya Al-Qur’an, namun ada salah satu mazhab yang mengatakan bahwa Al-Qur’an turun pada malam ke-17. Mazhab tersebut adalah Mazhab Syafi'i, salah satu mazhab dalam agama Islam yang paling banyak diikuti di Indonesia.
Menurut Ustaz Abdul Somad (UAS), dalil dari Mazhab Syafi'i mengenai Nuzulul Quran adalah Surah Al-Anfal ayat 41. Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala berfirman, “Dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan.”
Baca juga:
Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah?UAS menjelaskan, Imam syafi’i menjelaskan makna lain ‘dua pasukan’ dari ayat tersebut. Nuzulul Qur’an menunjukkan malam pembebas dan pembeda antara kebenaran dan kebathilan.
“Salah satu mazhab yang mengatakan malam ke-17 adalah mazhab Syafi’i dalilnya yaitu ‘Yang Kami turunkan pada hamba Kami pada malam furqan, malam pembebas dan pembeda antara yang haq dan yang bathil’. Bertemunya dua pasukan kafir dan muslim tepat pada 17 Ramadhan hari Jumat Perang Badar,” kata UAS dalam tausiahnya yang diikuti Langit7.id secara daring, Sabtu (8/4/2023).
Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi dalam karya tafsirnya Tafsir Al-Wasith lil Qur’anil Azhim mengatakan, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui beberapa tahap. Tahapan pertama, Allah turunkan dari Lauh Mahfudz ke langit dunia secara menyeluruh.
Tahapan kedua Allah menyuruh Malaikat Jibril untuk menunrunkannya kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara berangsur-angsur. Cara itu disesuaikan dengan kebutuhan umat Islam saat itu, baik turun sebagai hukum, respon terhadap suatu kejadian, sebagai perintah atau larangan, maupun sebagai hikayat dari umat-umat sebelumnya.
Imam Ibnu Katsir dalam karyanya Al-Bidayah wan Nihayah mengatakan, pertama kali diturunkannya Al-Qur’an dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan malam Senin 17 Ramadhan, dan ada juga yang mengatakan 24 Ramadhan.
“Permulaan wahyu (diturunkannya Al-Qur’an) kepada Rasulullah SAW bertepatan dengan hari Senin pada malam ke-17 Ramadhan. Dan dikatakan, bertepatan dengan 24 Ramadhan.” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, [Beirut, Darul Fikr], juz III, hal. 11).
Nuzulul Quran adalah sebuah peristiwa penting yang selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai penanda turunnya Al-Qur’an, peristiwa ini juga dianggap sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam dan meningkatkan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
(ori)