LANGIT7.ID, Palembang - Mendengar nama Kota Palembang, tentunya tempat yang langsung terlintas dipikiran Sahabat Langit7 ialah Jembatan Ampera. Ya, jembatan tersebut merupakan ikon kota yang terkenal dengan kuliner pempeknya itu.
Jembatan Ampera itu berdiri sangat kokoh di atas Sungai Musi. Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Seberang Ilir (SI) dan Seberang Ulu (SU).
Untuk menikmati indahnya Jembatan Ampera itu, Sahabat Langit7 disarankan untuk mengunjungi ke lokasi pada saat malam hari. Warna-warni lampu yang ada di sepanjang jembatan tersebut dijamin memanjakan mata saat menatapnya.
Jembatan tersebut bisa dinikmati Sahabat Langit7 dari pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang yang berada di tengah kota. Dari sini, jembatan itu akan terlihat begitu indah saat malam hari.
Saat di sana, tentunya jangan lupa untuk mengabadikan momen dengan berswafoto dengan latar belakang pesona Jembatan Ampera yang terbentang di atas Sungai Musi itu.
Sebagai pengetahuan, jembatan itu dibangun pada tahun 1962 silam dan selesai pada tahun 1965 silam. Panjangnya sendiri mencapai 1.177 meter dengan lebar 22 meter.
Dulunya, bagian tengah pada jembatan itu dapat bergerak ke atas. Konsep tersebut dilakukan agar kapal yang melintas di bawah jembatan tersebut tidak tersangkut.
Dikutip dari Wikipedia, Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.
Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara.
Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).
Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.
(jqf)