LANGIT7-YOGYA, Kampus Terpadu UMY, awal 2000-an. Acara Syawalan alias Silaturrahmi Idul Fitri berlangsung menarik. Seiring dengan makin berkembangnya kampus UMY memberangkatkan warganya berhaji. Kriteria utama pemberangkatan adalah yang lebih dulu masuk UMY. Pengumuman warga terpilih dilakukan saat Syawalan. Ketika nama karyawan akan diumumkan kegembiraan berubah menjadi ketegangan. Lalu diumumkan, “karyawan yang haji atas biaya UMY tahun ini adalah Pak Idris…” Maka tepuk tangan pun bergemuruh. Aku bertakbir sambil mengusap air mata. Kang Idris, begitu aku akrab memanggilnya, karyawan legendaris UMY. Beliau spesialis pembuat minuman, khususnya teh manis. Setiap hari beliau keliling dari satu ke lain ruang. Penuh semangat dan ramah membuat beliau disukai dimana-mana. Pada Syawalan 2023 ini beliau tidak lagi bergabung. Kang Haji Idris wafat beberapa tahun lalu. Tetapi acara tahunan Syawalan UMY terus berlanjut.
Syawalan adalah salah satu agenda rutin yang ditunggu-tunggu di UMY. Selain itu ada Rapat Anggota Tahunan Kopkar yang berlangsung di akhir tahun. Pada acara Syawalan ada dua kegembiraan. Pertama, bertemu kolega setelah libur panjang. Liburan Idul Fitri untuk civitas akademika UMY biasanya berlangsung lebih lama dari liburan resmi pemerintah. Tahun 2023 ini pemerintah menetapkan libur dan cuti bersama selama satu minggu. Kami di UMY bisa menikmati libur selama dua minggu. Itu pun masuk hari pertama untuk acara Syawalan. Kecuali tentu tidak untuk divisi Penmaru yang harus bekerja seakan tidak mengenal hari libur. Kedua, selalu ada hadiah atau informasi menggembirakan untuk warga UMY yang hadir. Salah satunya pegumuman hadiah umroh untuk warga UMY. Dulu bahkan hadiahnya naik haji. Salah satu penerimanya adalah Kang Haji Idris yang menjadi intro tulisan ini.
Pada kedua acara ini juga dundang mantan dosen/karyawan. Bagiku bertemu kembali teman lama yang sudah pensiun menjadi hal paling menarik. Tetapi pertemuan dengan mereka kadang menimbulkan kesedihan. Sebagian dari para senior ini terlihat banyak berubah. Bisa jadi mereka tidak siap menghadapi hilangnya secara mendadak aktivitas rutin yang tadinya sangat intensif. Mereka yang sebelumnya terbiasa rutin bekerja keras di kampus kini harus menjalani sepinya aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi jika itu terkait dengan menurunnya tingkat pendapatan. Sedihnya lagi sebagian terserang penyakit. Sehingga ketika bertemu kembali setelah beberapa tahun berpisah mereka nampak sangat berbeda. Beberapa nampak lebih tua dari umur. Sehingga kadang perlu bertanya kiri kanan untuk bisa mengenal mereka kembali.
Dengan mengikuti Syawalan atau RAT Kopkar ini setidaknya ada dua pelajaran. Pertama, selagi masih pegawai aktif siapkan aktivitas pendukung di luar kampus. Syukur itu memiliki nilai ekonomi. Sehingga ketika saatnya purna tugas tidak merasa kesepian. Dalam hal ini aktivitas sosial, khususnya di Persyarikatan Muhammadiyah bisa menjadi pilihan. Di tingkat Ranting maupun di atasnya. Kedua, pada acara Sayawalan sebaiknya hadir langsung. Khususnya kalau ingin mendapat hadiah umroh. Kalau tidak hadir hadiah umroh dianulir. Beberapa tahun lalu namaku dipanggil karena mendapat hadiah umroh. Tetapi aku masih di kampung halaman. Kakak kandungku meninggal beberapa hari setelah Idul Fitri dan aku lupa tidak melapor ke atasan. Maka peluangku lepas entah sampai kapan. Untungnya sebelumnya aku sudah pernah naik haji dan dua kali umroh. Salah satunya bahkan atas undangan Kerajaan Saudi.
Acara Syawalan UMY tahun ini diawali sambutan Rektor UMY Prof Gunawan Budiyanto. Pak Gun atas nama pimpinan mengucapkan selamat Idul Fitri 1444, taqabbalallahu minna wa minkum, dan mohon maaf lahir batin. Ucapan ini juga ditujukan untuk mahasiswa yang tidak pulang kampung karena mendukung aktivitas kampus selama Ramadan-Idul Fitri ini. Selanjutnya menurut Pak Gun setahun ini UMY mendapat banyak keberkahan. Tahun 2023 UMY akan memiliki 393 doktor. Ini bila 123 dosen selesai studi doktornya tahun ini. Maka Pak Gun mohon doa untuk kelancaran studi 123 dosen tersebut. Pak Gun juga mengapresiasi disiplin dan gairah para dosen meningkatkan jabatan fungsional. Selanjutnya secara khusus Pak Rektor mengucapkan selamat datang pada Pak Haji Karkono sekeluarga. Mereka hadir di kampus UMY dari Banjarnegara. Tentang kiprah Pak Haji Karkono aku sudah tuliskan dalam “SARWADADI-KALIBENING dan Semangat Islam Berkemajuan.”
Selanjutnya Ketua BPH UMY Dr. Agung Danarto juga menucapkan selamat Idul Fitri. Beliau mengingatkan salah satu kunci kebahagiaan adalah mensyukuri nikmat. Menurut Pak Agung ucapan minal ‘aaidiin memiliki makna orang yang menikmati hari raya. Minal ‘aaidiin bisa juga berarti kembali kepada kesucian. Fitrah di samping bermakna suci-bersih juga bermakna kecenderungan pada kebaikan atau kebenaran. Maka kembali fitrah berarti kembali suka pada kebenaran atau kebaikan. Sedangkan faiziin bermakna orang yang beruntung atau orang yang memperoleh kesuksesan. Baik sukses di bulan Ramadan maupun dalam berbagai aktivitas kehidupan, dunia dan akhirat. Kemudian atas nama BPH Pak Agung mohon maaf kepada seluruh civitas akademika UMY bila dalam kebijakan dan langkah BPH selama ini ada yang tidak pas. Beliau meyakinkan bahwa BPH sebagaimana lainnya menginginkan kemajuan UMY dan Persyarikatan tercinta.
Hikmah Syawalan disampaikan oleh Kyai H.M. Saebani M.Pd. Kang Saebani, begitu aku biasa memanggil beliau, berharap pertemuan hari ini bukan hanya pertemuan fisik. Tapi juga perjumpaan hati, visi, dan misi. Tidak seperti majelis perjudian, peserta duduk berdekatan tetapi masing-masing ingin saling mengalahkan. Dalam hal ini iblis tidak berat menggoda orang jahat. Tanpa digoda iblis mereka sudah jahat. Kyai Saibani membagi ummat Islam Indonesia pada empat tingkatan: betul-betul Islam, kebetulan Islam, Islam kurang betul, dan Islam tidak betul. Kini terbanyak adalah yang paling bawah. Saat Ramadan semua menunggu azan magrib. Setelah ramadan tidak ada yang mengurus azan. Padahal setelah Ramadan setan sudah dilepas dari borgol. Maka menurut Kang Saebani pada bulan Syawal ini perlu ada gerakan mengislamkan orang Islam. Sebagaimana ayat Udkhuuluu fissilmi kaaffah walaa tattabi’uu khutuwaatis syaithoon.
Selanjutnya Kang Saibani menegaskan pentingnya zikir dan mikir. Menurut beliau berpikir saja tanpa berzikir bisa membuat orang menjadi kafir. Berzikir saja tanpa berpikir bisa membuat orang menjadi fakir. Sedangkan tanpa berpikir dan tidak berzikir menjadikan orang kenthir. Maka antara pikir dan zikir harus seimbang. Demikian juga harus seimbang antara jasmani dan rohani. Warga UMY, misalnya, dalam bekerja bukan dalam rangka mencari gaji. Tetapi dalam rangka mencari rezeki. Gaji sesuatu yang diperoleh dari manusia, tidak pernah cukup, dan tidak pernah membuat penerimanya puas. Sedangkan rezeki berasal dari Allaah, bisa mencukupi, dan membuat penerimanya puas. Banyak orang dengan banyak gaji, tetapi tidak banyak rezeki, sehingga tidak pernah kuas. Maka dalam hal ini Kang Saibani mengajak para hadirin untuk selalu berniat mencari rezeki.
Sebagaimana pada Syawalan sebelumnya, salah satu yang ditunggu adalah pengumuman penerima hadiah umroh. Menariknya, selain dosen dan karyawan aktif, UMY juga memberikan apresiasi pada pensiuan UMY atau para istri/suami pensiunan UMY yang sudah meninggal. UMY juga mengapresiasi aktivis Persyarikatan maupun tokoh masyarakat sekitar kampus yang dianggap memberi banyak manfaat untuk masyarakat. Bahkan UMY juga menghargai tokoh dari jauh yang dianggap berjasa bagi masyarakat sekitarnya. Mereka diundang hadir pada acara Syawalan ini. Salah satunya Haji Karkono dari Banjarnegara. Pada kesempatan kali ini nama warga UMY dan luar UMY yang memperoleh giliran umroh atas biaya UMY diumumkan. Di samping itu UMY juga memberikan bingkisan untuk warganya yang berangkat haji atas biaya sendiri.
Aula Masjid KHA Dahlan Kampus Terpadu UMY, Sabtu, 29 April 2023. Acara Syawalan atau Silaturrahmi Idul Fitri 1444 H mendekati selesai. Para peserta berbaris panjang bersalaman satu persatu dengan tertib. Para penerima hadiah umroh dari UMY juga sudah diumumkan. Dua dekade yang lalu aku terharu ketika mendengar nama almarhum Kang Idris sebagai salah satu penerima hadiah haji dari UMY. Pada tahun ini aku juga terharu. Seorang sahabatku yang bukan karyawan apalagi dosen UMY menjadi salah satu yang akan diberangkatkan umroh. Sebagaimana Kang Haji Idris sehabatku ini juga seorang OB. Aku sudah kenal baik dengannya sejak era 1990-an. Dia menjadi OB di Majelis Pustaka PP Muhammadiyah dimana aku baru masuk sebagai pengurus pemula. Pada periode-periode selanjutnya aku pindah menjadi pengurus ke Mejalis atau lembaga lain. Sebagai OB temanku ini juga mengalami hal yang sama. Maka kami agak jarang bertemu lagi.
Namanya Mas’ud. Ciri khasnya tekun, rajin, dan ramah. Bertemu dia selalu membangkitkan optimisme. Setiap berjumpa kami selalu bersalaman hangat dan saling mengucapkan “motto kerjasama.” Artinya dengan bekerjasama program bisa berjalan lancar. Motto ini muncul karena kami sering bekerjasama dalam berbagai kegiatan Majelis atau Lembaga dimana kami terlibat. Sebagaimana Kang Haji Idris, Kang Mas’ud disenangi banyak orang dimanapun dia bekerja. Setahuku Kang Mas’ud kini menjadi OB di PWA DIY dan di PAY Putri Serangan. Ternyata beliau juga pegiat salah satu Ranting Muhammadiyah seputar UMY. Inilah yang nampaknya menghantarkan beliau menjadi salah satu penerima hadiah umroh dari UMY. Kang Mas’ud dan almarhum Kang Haji Idris menjadi bukti keberpihakan UMY sebagai lembaga besar pada orang atau lembaga kecil. Sebagai warga UMY tentu aku bangga dan berharap ini terus dipertahankan sebagai tradisi baik UMY.
Gedung F-6, KampusTerpadu UMY, 03 Mei 2023
(lam)