Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 19 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ingin Punya Anak Sukses, Ini Cara Bangun Karakter GRIT di Rumah

Muhajirin Kamis, 01 Juni 2023 - 11:08 WIB
Ingin Punya Anak Sukses, Ini Cara Bangun Karakter GRIT di Rumah
Cara bangun karakter di rumah mempengaruhi kesuksesan anak.Foto/ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Founder of Edufic, Ario Muhammad, mengatakan, setiap orang sudah pasti menginginkan anak-anaknya sukses, baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu caranya dengan menumbuhkan karakter GRIT di rumah. GRIT berarti Kerja Keras dan Pantang Menyerah.

Ario mengutip pernyataan Angela Duckworth dalam bukunya, yang membedakan orang sukses dengan orang tidak sukses ada pada dua hal. Pertama Determination yaitu seberapa ingin menakhlukkan tantangan maupun proyek yang sedang dikerjakan. Kedua, Direction yaitu dimana seseorang mengetahui apa yang ingin dikerjakan.

"Dalam istilah lain Angela Duckworth merumuskan konsep kesuksesan seseorang sebagai GRIT yaitu gabungan antara Passion dan Perseverance, kita mengetahui apa yang ingin kita lakukan kemudian kita meyempurnakan dengan kerja keras dan tidak pernah menyerah. Itulah yang membedakan kesuksesan seseorang pada konsep GRIT," kata Ario dalam kuliah online yang diikuti Langit7.id, Rabu (31/5/2023).

Baca juga: Ulama dan Pemimpin Harus Bersinergi Selesaikan Masalah Global

Lalu, bagaimana Psikologi memandang talenta?
Setiap orang memiliki talenta yang beragam. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Francis Galton pada beberpa World Top Performers di dunia. Galton merumuskan, bukan talenta yang membuat para high achiever, namun diantaranya Unusul ability of ZEA dan The capacity of doing hard labour.

Pertama, unusul ability of ZEAL, Great energy and enthusiasm. Adanya ketidak normalan kemampuan untuk ZEAL, yaitu energi dan antusias yang sangat luar biasa. Setiap manusia memiliki kemampuan ZEAL yang luar biasa juga lingkungan yang membawa pengaruh terhadap energi maupun antusias dalam bidang yang diminati.

Kedua, the capacity of doing hard labour, yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan pekrjaan yang berat dan konsisten dengan durasi waktu yang cukup lama setidaknya satu dekade atau lebih dari tiga tahun.

"Mengutip dari salah satu buku Pick bahwa untuk menjadi World Top Performers harus berlatih keras bertahun-tahun dan itu bukanlah proses yang mudah," tutur Ario.

Namun demikian, dalam jurnal SCIENCE yang ditulis oleh William James yang berjudul The Energies of Men mengungkapkan, manusia hanya menggunakan sedikit saja dari kekuatan mental dan fisik yang mereka miliki dan manusia hidup jauh dalam keterbatasannya.

"Temuan tersebut bagaikan sentilan bagi umat muslim, dimana pada masa itu Rasulullah masih ikut berperang di usianya yang sudah 60 tahun. Beliau juga bisa menjadi seorang yang sukses dengan energi atau waktu yang sama dengan kita. Juga para ulama muslim yang hampir tidak tidur karena sibuk belajar," tutur Ario.

William James juga menuturkan individu luar biasa mendorong diri sendiri ke batas ekstrim mereka. Artinya, seseorang mampu untuk memaksimalkan kemampuan sampai pada batas ekstrim yang dimiliki.

Perlu diketahui juga, setiap orang memiliki batasan extrim masing-masing dan tidak bisa disamakan. Hal ini dipengaruhi juga oleh lingkungan di sekitar.

Dalam konsep GRIT ada istilah Effort Counts Twice adalah usaha yang harus dihitung dua kali dari yang lain. Ini karena GRIT berkaitan dengan usaha-usaha yang keras dan konsisten.

"Apabila kita melihat secara konseptatif bahwa orang-orang yang bertalenta adalah orang-orang yang berprestasi dan jarang sekali mengapresiasi usaha," ujar Ario.

Namun, faktanya tidak hanya talenta saja, melainkan talenta dan usaha akan menghasilkan skill. Skill dan usaha akan menghasilkan prestasi. Artinya, dengan talenta yang sudah dianugerahi oleh Allah SWT kemudian diimbangi dengan usaha, maka akan menghasilkan skill.

Dari skill yang sudah dimiliki seseorang dapat mengusahakan kembali untuk bisa menghasilkan prestasi. Jadi, usaha dapat dihitung dua kali, talenta sekali dan skill sekali.

"Ini merupakan hasil real dari penelitian para Psikolog bahwa ikhtiar kita, mampu menghasilkan prestasi dalam bidang kita masing masing yang bisa kita ukur," kata Ario.

Menumbuhkan GRIT dalam Keluarga
Ario mengungkapkan beberapa cara untuk menumbuhkan GRIT dalam keluarga. Pertama, orang tua harus berikhtiar untuk melakukan sesuatu yang sulit, sehingga anak-anak melihat profil orang tuanya sebagai orang tua yang bekerja keras. Baik Ayah maupun Ibu.

Kedua, you can quit something tapi setelah mencobanya dalam waktu yang cukup lama.
Apabila seseorang ingin mempelajari sesuatu, namun sudah ingin berhenti maka minimal durasi pembelajaran adalah 1-2 tahun.

"Karena, kemungkinan kita akan merasakan kenikmatan dalam proses pembelajaran," ucap Ario.

Ketiga, pilih sendiri hard thing projectmu. Anak harus memilih apa yang dia mau agar mengetahui apa yang disenangi. Itu agar tumbuh rasa interest dalam diri anak. Boleh untuk diberikan saran maupun motivasi yang mendukung minat anak.

Meaningful Goal
Menurut Ario, seseorang perlu mencari alasan kenapa harus memiliki rancangan hidup. Apabila tidak bisa merumuskan apa yang ingin dilakukan dalam hidup akan sulit menemukan direction untuk mengeksekusi pada rencana rencana yang dibuat.

"Sehingga meaning goal menjadi sangat amat signifikan dalam menjalani hidup ke depan," ujar Ario.

Lalu, bagaimana membangun Meaningful goal? Pada teori GRIT dan motivasi yang membedakan antara orang yang memiliki GRIT yang signifikan dengan tidak adalah purpose atau tujuan hidup.

Orang yang memiliki GRIT yang signifikan memiliki tujuan hidup yang luar biasa. Sementara, orang dengan GRIT rendah rata-rata hanya fokus pada pleasure dan hanya ingin menikmati hidup.

Ario mengungkapkan, ada tiga cara untuk membentuk purpose. Di antaranya initial Interest, disiplin untuk latihan, dan akan terintegrasi menjadi purpose.

Kemudian, bagaimana cara menyusun rencana? Dalam menyusun rencana, seseorang bisa memulai dengan memecahkan tahapan-tahapan. Ada lima tahapan yakni strech Goal (Mulai dengan ambisi yang besar), specific (Pecah menjadi beberapa goal yang lebih SPESIFIK), serta measurable (Pastikan resolusi anda supaya TERUKUR keberhasilan).

"Kemudian, realistic (Tentu saja resolusi anda juga harus REALISTIS), dan timeline (Penting untuk memiliki timeline yang jelas)," tutur Ario.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 19 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:50
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan