LANGIT7.ID, Semarang - Asisten Pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury mengeluhkan belum jelasnya jadwal pertandingan timnya di Liga 1 2021/2022 sampai dengan Sabtu (28/8) malam. Padahal tim sudah siap melakoni pertandingan, meski dengan persiapan yang cukup mepet.
Sebelumya PSIS dijadwalkan main pada hari ini kontra Persela Lamongan di pekan pertama. Akan tetapi, dua hari lalu, tim mendapat kabar bahwa jadwal tersebut dibatalkan, dan akan diberitahu untuk jadwal ulang lebih lanjut. Sementara, Liga 1 sudah menggulirkan pertandingan Bali United kontra Persik Keediri, pada Jumat (27/8) dan Persipura versus Persita Tangerang pada Sabtu (28/8).
Imran mengatakan, situasi kompetisi tanpa ada kepastian ini akan menyulitkan semua pelatih. Jika sudah ada jadwal yang pasti, pelatih bisa mengatur, kapan kondisi akan dinaikkan, maupun saat kapan harus diturunkan. Selain pelatih, kondisi pemain juga ikut berpengaruh secara psikologis.
“Mental tentu juga ikut turun. Tapi sekarang bagaiaman kita menjaga mood pemain, agar tetap bisa enjoy dan kerja keras, sambil menunggu kepastian jadwal,” ujarnya, Sabtu (28/8).
Baca juga:
Sambut Liga 1, PSIS Semarang Bangun Training Center MegahMenurutnya, dalam dua hari ini pihaknya tidak memberikan menu latihan yang berat kepada pemain. Dalam pengamatannya, para peman tetap semangat dan bisa mengikuti latihan dengan maksimal.
“Para pemain kan sebelumnya juga sudah seringkali mengalami hal ini. Persiapan sudah bagus, kemudian tidak jadi betanding. Ya, setidaknya mereka sudah biasa menghadapi kondisi ini,” ucapnya.
Diakuinya, di awal-awal memang kondisi ini sangat mempengaruhi mood pemain. Tapi lambat laun mereka bisa belajar lebih bijak, dala menyikapi kondisi yang tidak diharapkan tersebut.
“Saya kira tidak ada permasalahan dengan anak-anak. Mereka masih semangat kok, “ kata dia.
Baca juga:
Bus Tim PSIS Mewah, Didominasi Warna BiruDi sisi lain, terkait dengan dua pertandingan terakhir kontra PPLP Jateng dan tim Liga 2 Sulut United, mantan gelandang Timnas Indonesia ini menyebut, sudah ada peningkatan.
Meski, diakuinya memang masih perlu ada yang dibenahi khususnya dari mana pemain harus melakukan serangan, transisi dari menyerang dan bertahan, dan memperbaiki kondisi mental bertanding.
“Kan persiapannya tidak lama. Perkembangannya Alhamdulillah, luar biasa Yang penting pemain tidak mengeluh, harus kuat!,” jelasnya.
(sof)