LANGIT7.ID-, Jakarta- - Beberapa bulan ke belakang, warga
Kota Paris diliputi kecemasan akibat lonjakan tikus. Gunungan sampah yang berserakan yang dipicu aksi mogok petugas kebersihan menjadi alasan populasi hewan pengerat itu bertambah.
Tikus pun menjadi pemandangan umum di Paris. Bahkan, diperkirakan jumlahnya, mencapai 10 juta, sudah melebihi populasi warga Paris itu sendiri.
“Rata-rata seekor tikus memiliki lima kelahiran dari 5-13 bayi setiap tahun. Dan ketika kami tahu bahwa perkiraan terakhir menghitung 10 juta tikus di Paris… kami akan membiarkan Anda membayangkan kekacauannya," sebut Topito, situs pemeringkat global yang melakukan studi tersebut.
Baca juga:
Paris Diinvasi Tikus, Wali Kota Minta Warga Hidup BerdampinganHasil riset yang dilakukan menempatkan Paris dan Marseille menjadi dua dari sepuluh kota di dunia yang dipenuhi tikus.
Peringkat Top 10 menempatkan Paris dan Marseille masing-masing di tempat keempat dan ke-10 untuk infestasi tikus. Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat dua wilayah itu sebagai kota terbesar pertama dan kedua di Prancis.
Berikut 10 kota di dunia yang banyak dipenuhi tikus hasil riset Topito, dilansir dari media lokal The Connexion:
1. Desnoke, India
2. London, Inggris
3. New York, AS
4. Paris, Prancis
5. Singapura
6. Hamelin, Jerman
7. Guangzhou, Cina
8. Johannesburg, Afrika Selatan
9. Atlanta, AS
10. Marseille, Prancis
Baca juga:
Paris Dipenuhi Tikus, Begini Islam Memandang Hewan MamaliaHasil penelitian ini awalnya diterbitkan pada 2019, tetapi belakangan muncul kembali di internet dan TV Prancis.
Sesungguhnya, tak hanya Paris dan Marseille yang menjadi kota di Prancis dengan populasi tikus terbanyak. Pada Desember 2021, Toulouse (Occitanie) menguji skema mendatangkan musang untuk mengendalikan populasi tikus.
Anggota dewan Toulouse Françoise Ampoulange, yang bertanggung jawab atas sungai, kanal, dan hewan, berkata,
“Tikus hidup di seluruh Toulouse, seperti di semua kota, dan terutama di tepi sungai, Canal de Brienne, dan pusat kota.
“[Menggunakan musang] menghindari penggunaan bahan kimia, yang mencemari tanah. Musang ramah lingkungan dan juga lebih manusiawi daripada racun atau perangkap, yang harganya masing-masing bisa mencapai 800 Euro atau Rp13 juta, termasuk pembuangan mayatnya.”
Musang juga dianggap lebih efisien dibanding perangkap yang hanya menangkap satu atau dua tikus sehari. Sementara musang dapat membasmi seluruh koloni atau sekitar sekitar 10 tikus dalam 15 menit.

(ori)