LANGIT7.ID-, Jakarta- - Akibat krisis biaya hidup yang membengkak, sebuah badan amal Islam mengungkapkan terjadi peningkatan pengajuan
zakat di Birmingham, Inggris.
Menurut penelitian terbaru, Birmingham menjadi hotspot bagi komunitas Muslim yang berjuang di tengah krisis biaya hidup.
Yayasan Zakat Nasional (NZF) memberikan dukungan keuangan kepada umat Islam di seluruh Inggris dan menemukan bahwa kota tersebut berada di urutan kedua untuk jumlah yang mengajukan bantuan. Melansir Birmingham Mail, Jumat (23/6/2023), terjadi lonjakan yang signifikan dari Muslim Inggris yang mengajukan bantuan zakat.
Zakat adalah kewajiban bagi umat Islam untuk menyisihkan 2,5 persen dari hartanya untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.
Melalui data terbaru, NZF mengatakan krisis biaya hidup menjadi faktor utama yang menunjukkan 50 persen poulasi Muslim Inggris hidup dalam kemiskinan.
Mereka juga Muslim sebagai "salah satu komunitas paling miskin di Inggris".
Baca juga:
Menyoal Masa Jabatan Kades: 6 Tahun dengan Maksimal 2 Periode Pilihan DemokratisMereka mengklaim Birmingham memiliki Zakat senilai 279.343 poundsterling atau Rp5.3 miliar yang didistribusikan dalam dalam 12 bulan. Nilai tersebut untuk membantu 887 orang di komunitas Muslim.
Yayasan melakukan studi terhadap orang-orang yang dibantu melalui NZF selama 12 bulan di setiap otoritas lokal di Inggris, di antaranya:
1. Glasgow
2. Birmingham
3. Brent
4. Bradford
5. Manchester
6. Newham
7. Belfast
8. Ealing
9. Barnet
10. Liverpool
Studi ini juga menggali lebih dalam untuk mengungkap negara-negara di mana umat Islam paling banyak berjuang:
1. London Raya
2. Midlands Barat
3. Yorkshire Barat
4. Manchester Raya
5. Lanarkshire
6. Tyne and Wear
7. Merseyside
8. Lancashire
9. Yorkshire Selatan
10. Leicestershire
"Kami melihat semakin banyak orang yang meminta bantuan. Tahun lalu, umat Islam yang mengajukan bantuan ke NZF sebanyak satu orang setiap 30 menit," kata CEO NZF, Dr Sohail Hanif.
"Sekarang, kami melihat permintaan meningkat lebih tinggi, menjadi satu permohonan setiap 12 menit. Sebagian besar permintaan tersebut berasal dari kelompok pencari suaka, tetapi sekarang 70 persen pelamar adalah warga negara Inggris - orang yang lahir di Inggris," tutupnya.

(ori)