LANGIT7.ID-, Jeddah- - Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan menggelar pertemuan darurat para komite eksekutif terkait
pembakaran Al-Qur'an di Swedia pada Rabu (28/6/2023) lalu.
Melansir Arab News, Sabtu (1/7/2023), juru bicara OKI mengatakan pertemuan tersebut bakal membahas langkah-langkah yang akan diambil dari tindakan keji tersebut.
Diketahui, Salwan Momika (37), seorang penungsi dari Irak menodai Al-Qur'an dengan membakarnya di depan masjid terbesar di Stockholm tepat pada Hari Raya Idul Adha lalu.
Baca juga:
Masjid Al Akbar Surabaya Olah Limbah Kurban Jadi KomposAksi keji Momika tersebut pun memicu kemarahan dan kecaman dari dunia Muslim dan Arab. Beberapa negara Timur Tengah pun menarik para duta besar dan memanggil duta besar besar Swedia untuk mendengar protes resmi.
Ribuan pendukung ulama populis Syiah Moqtada Al-Sadr menggelar aksi protes di depan Kedutaan Besar Swedia di Baghdad menuntut diakhirinya hubungan diplomatik, Jumat (30/6/2023) kemarin.
Para pengunjuk rasa membawa bendera Irak dan potret Al-Sadr juga sang ayah, yang juga seorang ulama terkemuka, dan meneriakkan "Ya, ya untuk Al-Qur'an, Moqtada, Moqtada."
Ulama itu menyerukan tuntutan pengusiran duta besar Swedia di Baghdad dan pemutusan hubungan antar negara.
Momika mengancam akan melakukan aksi penghinaan lagi dengan membakar bendera Irak dan Al-Qur'an di depan Kedutaan Besar Irak di Stockholm dalam waktu 10 hari ke depan.
Baca juga:
Pembakaran Al-Qur'an Saat Idul Adha, Sejumlah Negara Beri Kecaman“Dalam waktu 10 hari saya akan membakar bendera Irak dan Alquran di depan Kedutaan Besar Irak di Stockholm,” ujarnya.
Momika mengatakan dia tahu tindakannya akan memancing reaksi. Ia juga mengaku telah menerima "ribuan ancaman pembunuhan".
Dia membantah bahwa tindakannya merupakan "kejahatan rasial" atau "hasutan terhadap kelompok mana pun."

(ori)