Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Good Parenting dalam Islam, 4 Posisi Anak Sesuai Al-Qur'an

Muhajirin Ahad, 02 Juli 2023 - 06:00 WIB
Good Parenting dalam Islam, 4 Posisi Anak Sesuai Al-Qur'an
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pakar parenting, Bunda Aniqq Al Faqiroh, menjelaskan tentang konsep good parenting dalam Islam yang merujuk dari beberapa ayat Al-Qur’an. Belajar tentang parenting ini bukan berarti orang tua ingin merubah anak supaya tidak tantrum atau supaya anak menjadi penurut.

Namun, belajar parenting berarti belajar ilmu untuk menjadi orang tua yang diridhai oleh Allah SWT. Dengan begitu, orang tua bisa melahirkan generasi-generasi yang tangguh dan hebat juga mencintai dan dicintai Allah SWT.

Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing yang sudah diciptakan oleh Allah SWT. Namun, di sisi lain terkadang orang tua masih ada rasa kurang untuk menerima sisi-sisi kekurangan anak. Tak jarang orang tua membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain dari sisi kekurangan, dibandingkan dengan kelebihannya.

"Atau bahkan kita menuntut anak kita untuk menjadi sempurna," kata Bunda Aniq dalam kuliah online yang diikuti Langit7.id, Sabtu (1/7/2023).

Baca juga:OKI Bakal Gelar Pertemuan Darurat Terkait Aksi Pembakaran Al-Qur'an

Membahas tentang kesehatan mental, bahwa sumber trauma seseorang muncul dari keluarga atau pola-pola pengasuhan orang tua yang terobsesi bahwa anak harus sempurna. Di lain sisi orang tua menyayangi anak, namun di sisi lain tanpa disadari orang tua kerap menyakiti anak, baik secara verbal, sikap, maupun obsesi.

Maka itu, perlu disadari bahwa anak adalah milik Allah SWT. Orang tua tidak bisa membolak balikkan hatinya. Orang tua juga tidak bisa menggenggam hatinya. Tugas orang tua adalah mengarahkan mereka dan meminta kepada Pemiliknya.

"Bahwa anak adalah Amanah dari Allah swt artinya kita harus menjaga amanah tersebut sebaik-baiknya serta mendidik mereka sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam," tutur Bunda Aniqq.

Terdapat empat posisi Anak dalam Al-Qur’an. Pertama, Anak sebagai penenang hati, penyejuk jiwa, dan pemimpin orang-orang yang bertakwa. Tipikal ini menjadi yang terbaik dan tertinggi dari seorang anak. Hal itu sebagaimana terungkap dalam Q.S. Al-Furqan ayat 74.

Baca juga:Masjid Al Akbar Surabaya Olah Limbah Kurban Jadi Kompos

Anak-anak menjadi menyenangkan atau penyejuk hati orang tua tidak hanya saat mereka kecil, namun sampai mereka dewasa. Anak-anak mampu menerima orang tua, memaafkan orang tua dan merawat orang tua saat tua dengan sepenuh hati.

"Hal ini perlu kita upayakan dengan terus meminta kepada Allah SWT agar kita meninggalkan generasi yang bertaqwa dan menjadi jalan surga bagi kita," ujar Bunda Aniqq.

Kedua, Anak sebagai perhiasan dunia. Hal ini sebagaimana dalam Q.S. Al-Kahf ayat 46. Allah SWT berfirman:

اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS Al-Kahfi: 46).

Ketiga, Anak sebagai fitnah atau ujian. Sebagaimana yang diungkap dalam Q.S. At-Taghabun ayat 15. Sesungguhnya harta dan anak-anak mu adalah fitnah atau cobaan. Terkadang orang tua sayang sekali kepada anak, namun rasa sayang yang diberikan ke anak tidak membuat orang tua atau anak dekat dengan Allah SWT.

"Jadi banyak lalainya. Kita perlu menyadari bahwa perjalanan kita dalam mengasuh anak adalah ibadah yang bisa diartikan sebagai penghambaan," ungkap Bunda Aniqq.

Apalagi peran seorang ibu yang ridho dan ikhlas dalam merawat anak maupun mengurus rumah, in syaa Allah akan berlimpah pahala. Perlu juga dipahami, anak adalah manusia biasa seperti orang tua yang memiliki keterbatasan dan tidak sempurna. Anak juga memiliki kekurangan dan kelebihan.

Keempat, Anak menjadi musuh. Hal ini diungkap dalam Q.S. At-Taghabun ayat 141. Anak merupakan fitrah yang ketika mereka lahir, mereka tidak membawa gambaran apapun. Sehingga ketika mereka sedang belajar berjalan, maka mereka sedang berproses untuk merekam dalam otaknya bahwa caranya adalah seperti ini. Begitupun dengan cara menyikapi hidup.

Baca juga:Polemik Wisuda TK-SMA, Psikolog UGM: Perlu Edukasi ke Semua Pihak

Seringkali orang tua tidak sabar dalam mengikuti proses anak. Padahal, yang jadi musuh saja Allah meminta untuk tidak memarahi dan memaafkan. Semoga orang tua senantiasa untuk bergantung kepada Allah swt dalam proses pengasuhan.

Selain dari keempat posisi anak, terdapat juga beberapa aspek dalam pengasuhan. Aspek itu adalah anak merupakan warisan terbaik. Hal ini tercantum dalam Q.S. An-Nisa ayat 9. Pada generasi sekarang ini tidak sedikit kita temui bahwa anak-anak generasi strawberry, generasi anak memiliki ide yang banyak, kreativitas yang tinggi namun mudah rentan atau patah saat menghadapi tantangan.

Mereka merasa hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi dirinya dia langsung jatuh. Maka dari itu sangat tidak relevan apabila orang tua menerapkan pola asuh yang dulu kepada anak-anak saat ini. Sehingga kita perlu memiliki gas dan rem yang seimbang dan tepat dalam pola pengasuhan anak.

"Supaya kita dapat meninggalkan generasi-generasi yang tangguh dan tidak mudah patah dan menyerah," tutur Bunda Aniqq.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)