LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Influencer Kadam Sidik menyampaikan tiga tips aman di lingkungan digital yang saat ini berpengaruh sangat besar dalam kehidupan.
Kadam menyampaikan ini saat berbicara di hadapan sekitar 1.000 jemaah Majelis Subuh GenZI (MSG) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (2/7/2023).
Dia menyebut lingkungan yang berpengaruh besar saat ini adalah handphone, karena generasi Z menikmati 10-15 jam/hari.
"Dunia digital adalah dunia tontonan, dunia pendengaran, scroll, sehingga pendakwah sekarang juga harus menguasai dunia digital, karena pengaruhnya sangat besar," tambahnya.
Baca juga:
Mengapa 11, 12 dan 13 Dzulhijjah Disebut Hari Tasyrik? Ini Penjelasan UlamaKadam menyarankan tiga kiat untuk bisa aman berada di lingkungan digital yakni Arifun lin-nafsi (tahu diri/tahu kapasitas keilmuan), yutsbid/itsbad (verifikasi), dan arif li waqiq (tahu kondisi).
"Arifun lin-nafsi atau tahu diri dan tahu kapasitas keilmuan itu, misalnya level ilmu itu ada 10 level, tapi ilmu saya masih sampai level 6, maka ilmu yang perlu saya sampaikan adalah level 1-5, jadi kita membahas apa yang kita tahu saja, maka hal itulah yang disampaikan," terangnya.
Selain tahu diri, alumni UINSA Surabaya itu menyebut kiat kedua yakni "yutsbid/itsbad" atau verifikasi. "Dengn arus informasi yang membanjir saat ini, semua informasi bisa datang dari mana pun tanpa kita tahu benar atau salah, karena itu referensi juga perlu verifikasi, jangan asal dengar, lalu share," tambahnya.
Kiat ketiga adalah "Arif li waqiq" atau tahu kondisi sekitar. "Kapan perlu bicara atau ngomong juga penting, jangan ada orang keguguran, lalu kita bilang Rasulullah menganjurkan banyak ada. Atau, ada korban tsunami yang sedang susah, lalu kita bilang kalian banyak dosa, kalian pendosa," urainya.
Selain tiga kiat untuk aman dalam menyikapi lingkungan dengan pengaruh besar itu, Kadam Sidik juga menyarankan untuk memilih teman atau informasi yang baik.
"Kalau nggak ada teman yang baik ya lebih baik sendirian. Kalau mendekati teman yang tidak baik, maka ukurannya, apakah kita bisa dominan/mempengaruhi atau tidak. Apalagi, medsos sekarang juga banyak informasi sesat. Kalau kita tidak punya ilmu ya cari guru di lingkungan kita yang benar-benar ahli," sarannya.

(ori)