Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home masjid detail berita

Mengapa 11, 12 dan 13 Dzulhijjah Disebut Hari Tasyrik? Ini Penjelasan Ulama

tim langit 7 Ahad, 02 Juli 2023 - 09:12 WIB
Mengapa 11, 12 dan 13 Dzulhijjah Disebut Hari Tasyrik? Ini Penjelasan Ulama
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Hari Tasyrik jatuh pada 11, 12 dan 13 Dzulhijjah 1444 H bertepatan Jumat (30/6/2023) hingga Ahad (2/7/2023). Mengapa tiga tanggal tersebut dinamakan Hari Tasyrik? Begini penjelasannya.

Imam Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan, Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari nahar (10 Dzulhijjah).

Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari.

Baca juga:Masjid Al Akbar Surabaya Olah Limbah Kurban Jadi Kompos

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam artikel di NU Online yang ditulis Alhafiz Kurniawan berjudul 'Amalan Utama di Hari Tasyrik' dikutip pada Jumat (30/6/2023).

Alhafiz menjelaskan bahwa tasyrik secara bahasa merujuk pada kata tasyriq yang artinya penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari). Sebagaimana dikutip dari artikel berjudul 'Pengertian Hari Tasyrik', Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, menjelaskan ulama berbeda pendapat terkait jumlah Hari Tasyrik.

Sebagian ulama berpendapat, Hari Tasyrik terdiri atas dua hari, sedangkan sebagian ulama lainnya mengatakan, Hari Tasyrik terdiri atas tiga hari.

Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan, ada pendapat lain yang menyebut penamaan hari itu dengan tasyrik karena hewan kurban tidak disembelih kecuali setelah matahari memancarkan sinarnya.

Sebagian ulama lagi berpendapat, Hari Tasyrik dinamai demikian karena shalat Idul Adha dilaksanakan ketika matahari memancarkan cahaya.

Sementara ulama lainnya mengatakan, yang dinamakan tasyrik adalah takbir pada setiap selesai shalat. Hari Tasyrik ini disebut antara lain dalam hadits riwayat Imam Muslim sebagai hari makan dan minum.



Sebagaimana termaktub dalam Sahih Muslim yang diriwayatkan dari Nubaisyah Al-Hudzali, Rasulullah saw bersabda, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari dzikir.”

Imam Syafi’i dalam qaul jadid-nya mengatakan larangan puasa pada Hari Tasyrik sebagaimana larangan puasa pada yaumus syak

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan