LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Siwak adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi gigi. Dalam Islam, menggunakan siwak adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW. Sejumlah hadist pun menyebutkan tentang itu.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, "Kalau bukan (karena takut) membebani umatku, aku akan memerintahkan mereka untuk (sikat gigi dengan) Siwak di setiap Shalat.” (Sahih Muslim).
Siwak diambil dari bahasa Arab, "yudlik". Terjemahan kasarnya adalah "pijat" atau memijat mulut. Di mana artinya lebih dari sikat gigi.
Jenis siwak terbaik berasal dari pohon araak. Nabi SAW mendapat siwak dari pohon tersebut.
Siwak merupakan ranting pohon yang kaya dengan mineral alami. Kandungan ini dapat membantu membersihkan gigi, mencegah gusi berdarah, membunuh mikroba dan kuman, bahkan menjadikan nafas lebih segar.
Baca juga:
Pentingnya Pap Smear untuk Skrining Awal Kanker ServiksDengan kata lain, siwak adalah sikat alami yang memiliki khasiat lebih dari pasta gigi biasa.
Nabi (SAW) mengajari umatnya, lebih dari 1.400 tahun lalu, menggunakan siwak untuk membersihkan gigi dan memberi nafas segar.
Anas mengutip Nabi (SAW) yang mengatakan: "Setiap kali Malaikat Jibril mengunjungi saya, dia akan menyarankan saya untuk menggunakan siwak."
Studi ilmiah modern menemukan bahwa siwak memiliki mineral alami yang membunuh mikroba dan kuman serta menghilangkan plak.
Nabi SAW biasa menggosokkan siwak ke lidah, gigi, dan gusinya. Abu Musa Al-Asy'ari berkata, "Saya mengunjungi Nabi, saw, dan siwak berada di ujung lidahnya."
Ada sejumlah kandungan dalam siwak yang memberi manfaat perlindungan gigi dan mulut, di antaranya:
1. Inhibitor asam antibakteri yang melawan pembusukan dan diare. Kandungan siwak adalah disinfektan alami yang dapat menghentikan pendarahan.
Pada pemakaian pertama, siwak akan terasa keras bahkan mungkin gosong, karena ada zat seperti mustard yang terkandung di dalamnya, namun inilah bahan yang melawan pembusukan di mulut dan membunuh kuman.
2. Mineral seperti natrium klorida, kalium, natrium bikarbonat dan kalsium oksida. Zat-zat ini berfungsi untuk membersihkan gigi.
3. Minyak wangi alami yang rasa dan aromanya harum. Sehingga menjadikan mulut wangi segar.
4. Enzim yang mencegah penumpukan plak penyebab penyakit gusi. Plak merupakan penyebab utama gigi tanggal sebelum waktunya.
5. Bahan anti pembusukan dan anti kuman yang berfungsi sebagai penisilin, mengurangi jumlah bakteri di mulut. Menjadikan gigi lebih bersih dan nafas lebih segar.
Beberapa peneliti menemukan bahwa sikat kering dapat mempercepat kerusakan gigi. Sehingga dianjurkan untuk membasahi sikat gigi terlebih dulu untuk mengurangi kerusakan.
Karena itu, dalam penggunaannya, siwak harus dibasahi dulu sebelum digunakan. Jika tidak ada alternatif, Anda bisa menggunakan air liur untuk membasahinya.
Siwak juga memiliki bahan kimia yang menyebabkan mulut memproduksi air liur ekstra, yang menjadi mekanisme pertahanan dan pembersihan organik mulut.
(Sumber: About Islam)

(ori)