LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pengasuh Pondok Pesantren Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'ab (LP3IA), KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), menjelaskan, haji merupakan ibadah yang dikhususkan kepada umat Islam yang mampu.
Dia lalu membagikan tips skema haji tapi dengan biaya murah. Dia membagikan tips tersebut agar masyarakat tidak berfikir bahwa haji dan umrah merupakan ibadah dengan biaya mahal. Berfikiran haji dan umrah mahal kerap membuat sebagian umat Islam tidak memiliki keinginan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
"Orang itu yang penting tahu, alim. Jangan sampai kita mengatakan haji itu mahal karena melihat biaya Rp40-50 juta untuk haji. Jika dihitung, 40 juta itu per hari kisaran Rp3 ribu dan Rp2 ribu bagi orang yang usianya kira-kira 60 tahun," kata Gus Baha dalam kajiannya yang disiarkan kanal Santri Gayeng, Kamis (31/8/2023).
Ulama asal Rembang ini lalu menjelaskan cara menunaikan ibadah haji dengan cara yang murah. Cara itu yakni menabung sedikit demi sedikit setiap hari. Apalagi, BPS BPIH Kemenag RI sudah membukan tabungan haji.
"Kalau sehari nabung Rp3 ribu, maka sebulan dapat Rp90 ribu. Lalu dikalikan 10 bulan maka ketemu Rp900 ribu. Uang Rp900 ribu kalau dikumpulkan selama sepuluh tahun maka hasilnya bisa Rp9 juta. Kalau usia seseorang tersebut 60 tahun, maka mudahnya 9x6 hasilnya Rp64 juta," ujar Gus Baha.
Tapi, kalau sehari bisa nabung Rp10 ribu malah bisa mendapat layanan haji plus. Hitungannya, Rp10 ribu per hari sama dengan Rp300 ribu per per bulan. Setahun bisa mencapai Rp3.600.000. Jumlah itu dikalikan 10 tahun maka hasilnya Rp36 juta. Kalau dikumpulkan sejak umur 20 tahun hingga usia 60 tahun, maka bisa digunakan haji plus.
"Uang segitu sudah cukup buat haji. Ini kita ambil rata-rata umur seseorang 60 tahun. Itu tadi baru mengumpulkan uang Rp3 ribu setiap hari," ujar Gus Baha.
Gus Baha menjelaskan, Allah SWT sebenarnya sudah sering memberikan contoh kepada orang yang enggan haji dengan memberikan kesempatan haji kepada orang yang mau menabung secara rutin dikit demi sedikit.
Gus Baha menceritakan tentang kisah seorang tukang tambal ban sepeda onthel dari Solo yang pergi haji setelah menabung lima ribu perhari. Ada juga tukang becak asal Jombang bisa naik haji.
"Contoh lain, orang Madura tukang parkir bisa haji, itu peringatan bagi kita. Kadang-kadang saya berpikir bahwa Tuhan itu terkadang menampar kita," tegasnya.
Maka itu, Gus Baha meminta untuk tetap berniat haji, meskipun saat ini belum memiliki uang cukup. Itu karena niat baik, akan dimudahkan oleh Allah jika sungguh-sungguh. Alasan lainnya kenapa setiap Muslim harus memiliki niat haji, dikarenakan Kabah adalah pusat umat Islam. Ada jutaan orang ibadah di sekitar Kabah. Ibadah di sekitar Kabah juga mendapatkan pahala besar.
"Maka saya minta kepada yang mengaji ke saya, meskipun kamu sekarang miskin tetap harus punya niat berhaji, yakin haji itu murah. Karena biar bagaimana pun Kabah itu menjadi pusat Islam. Soal ternyata ditakdirkan tidak berangkat biar itu menjadi urusan Tuhan. Terpenting yaitu punya niat," tutur Gus Baha.

(ori)