LANGIT7.ID-, Jakarta- - Umat Muslim di Maroko melaksanakan shalat ghaib (shalat jenazah), pada Ahad (10/9/2023), untuk para korban gempa bumi yang meninggal.
Melansir Barlaman Today, Senin 911/9/2023), sebagai bentuk solidaritas, warga Palestina dan Maroko serta pejabat dari Dewan Wakaf dan Urusan Islam di Yerusalem dan Badan Bait Mal Al-Quds Al-Sharif berkumpul mendirikan shalat ghaib di Masjid Al-Aqsa.
Sebelumnya, Raja Maroko Mohammed VI menginstruksikan Menteri Wakaf dan Urusan Islam untuk melaksanakan shalat jenazah berjamaah di semua masjid di Maroko untuk korban meninggal.
Raja Mohammed VI juga menyatakan tiga hari berkabung resmi dengan mengibarkan bendera setengah tiang.
Baca juga:
Gempa Maroko Tewaskan 2.000 Orang Lebih, MUI Sampaikan BelasungkawaPusat Transfusi Darah Regional Marrakesh menyerukan pada warga untuk menyumbangkan darah setelah gempa bumi.
Upaya penyelamatan semakin intensif dengan dukungan negara asing seperti Spanyol, Qatar dan Israel. Tim berlomba dengan waktu untuk mencapai desa-desa terpencil yang tidak dapat diakses di pinggiran Marrakesh (Maroko tengah), yang merupakan daerah yang paling terdampak.
Korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,8 skala Richter pada Jumat (8/9/2023) mencapai 2.012 orang.
Sementara jumlah korban luka sebanyak 2.059 orang, termasuk 1.404 korban luka parah
(ori)