LANGIT7.ID-, Jakarta- - Gempa berkekuatan M5,2 mengguncang Kota Sabang, Aceh pada pukul 05.09 WIB, Selasa (12/9/2023). Informasi gempa bumi disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
BMKG menyebutkan, lokasi gempa di 5.82 LU, 94.57 BT atau 83 Km Barat Daya Kota Sabang, Aceh. Adapun gempa tersebut berkedalaman 102 Km.
"Pusat gempa berada di laut 83 km Barat Daya Kota Sabang," tulis BMKG.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,56° LU ; 94,94° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 42 Km arah Barat Laut Banda Aceh, Aceh pada kedalaman 85 km.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia.
Baca juga:
Mengenang Peristiwa 9/11 Tahun 2001"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Daryono dalam keterangan resminya, Selasa (12/9/2023).
Sementara itu, gempabumi ini dirasakan di Banda Aceh dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkap Daryono.
Daryono mengatakan hingga pukul 05.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Lebih lanjut, Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.

(ori)