LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sejumlah pemuda Muslim Australia yang tergabung dalam peserta Australia Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.
Kedatangan mereka didampingi Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Para pemuda Muslim ini berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari guru, dosen, aktivis gerakan, hingga konsultan dan aktor. Mereka juga ada yang berdarah Afghanistan, Tunisia, hingga Indonesia.
Para pemuda ini disambut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen PBNU) Hj Safira Machrusah, Sidratun Naim, dan Anggota Badan Pengembangan Jaringan Internasional (BPJI) PBNU Eko Zuhri Ermada dan Abu Bakar Shiddiq Abdul Rahim.
Baca juga:
Layanan Al Quran Berbasis Teknologi AI Jadi KebutuhanHadir pula peserta AIMEP asal Indonesia yang juga Sekretaris Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Inggris Munawir Aziz.
Pertemuan tersebut berlangsung begitu hangat. Wasekjen PBNU Safira Machrusah mengenalkan dirinya alumni Australia. Ia dan Eko merupakan alumni dari Australian National University (ANU) Canberra, sedangkan Sidratun Naim alumni University of Queensland.
Ketiganya juga tampak bernostalgia, mengingat masa-masa di Negeri Kanguru itu. Bahkan, Rosa, sapaan akrab Safira, juga mengenal salah seorang di antara delegasi yang hadir terlintas di benaknya saat masih di Australia dahulu.
Rosa juga menyampaikan, ia pernah diminta untuk membantu Prof Virginia Hooker dalam menyeleksi peserta pertama program AIMEP. "Saya yang membantu memilih orang AIMEP pertama kali sama Prof Virginia Hooker," katanya.
Rosa juga menjelaskan tentang NU sebagai organisasi yang dibentuk di tengah pergolakan dunia setelah Turki Utsmani runtuh. Ia juga mengklaim NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 100 juta anggota, bahkan bisa juga terbesar di dunia.
(ori)