LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berupaya untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Palestina dan Israel. Upaya itu demi keselamatan WNI.
"Proses evakuasi mengedepankan keselamatan," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Kemlu Judha Nugraha, dikutip Sabtu (14/10/2023).
Kemlu tidak serta-merta mengevakuasi WNI yang berjumlah 143 orang itu. Namun, hal tersebut menunggu kepastian keamanan pada jalur yang akan dilalui dalam proses evakuasi.
"Satu hal yang perlu kita pastikan adalah keamanan jalur evakuasi," katanya. "Kita tidak mungkin menggerakkan WNI kita di tengah pertempuran," lanjut Judha.
Baca juga:
UBN Sebut Pejuang Hamas di Gaza bukan TerorisBahkan, Judha menyebut,evakuasi dari Jalur Gaza hanya bisa dilakukan jika terdapat jeda kemanusiaan. "Proses evakuasi hanya akan kita lakukan ketika ada jalur kemanusiaan sehingga WNI kita keluar dari jalur Gaza dengan selamat," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Kemlu memiliki sejumlah rencana skenario evakuasi. Hal ini belajar dari sejumlah proses evakuasi yang pernah dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, skenario mana yang akan diterapkan bergantung pada situasi. Namun, Kemlu terus berupaya untuk mewujudkan adanya jeda kemanusiaan. "Jeda kemanusiaan agar rute evakuasi dapat dilakukan dengan aman," katanya.
Judha menyampaikan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjalin komunikasi dengan Filipina guna kerja sama evakuasi WNI di Israel. Sebab, Filipina memiliki Kedubes di Tel Aviv dan ASEAN mempunyai kesepakatan saling membantu.
Indonesia juga pernah membantu mengevakuasi warga Filipina dari Yaman pada tahun 2015, dari Kabul tahun 2021, dan dari Sudan pada 2023. "Itu beberapa langkah sejak 7 Oktober hingga saat ini dan tetap kita lakukan intensif koordinasi," pungkasnya.
(ori)