LANGIT7.ID-, Surabaya- - Jumlah santripreneur dalam program One Pesantren One Product (OPOP) di Jawa Timur telah melampaui target capaian di 2024. Hingga saat ini, jumlah santripreneur tersebut 1.400 santri.
"Jadi target 2024 itu terdapat 1.000 wirausahawan santri dan santriwati. Tapi kemarin bulan Juli sudah 1.000 santri, dan sekarang sudah 1.400-an. Ini artinya target 2024 sudah terlampaui di 2023 ini," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat Jambore One Pesantren One Product (OPOP) Tahun 2023 di Kota Pasuruan, Rabu (29/11/2023).
Atas capaian ini, Khofifah pun memompa semangat para santri dan santriwati untuk bisa menjadi pengusaha-pengusaha sukses. Utamanya, dengan memaksimalkan potensi yang ada di sekitar pesantren baik di internal maupun eksternal.
Baca juga:
Mahfud MD Ingin Guru Ngaji dan Ponpes SejahteraIa menambahkan, untuk di internal pesantren saja jika santrinya lebih dari 1.000 maka kebutuhan logistik dari para santri juga akan banyak. Dan jika ini terkonsolidasikan bahwa di pesantren terdekat ada gudang yang mumpuni pasti proses distribusi internal antar pesantren akan jadi potensi luar biasa.
“Dari sisi eksternal, banyak sekali pesantren yang memiliki daya dukung alam dan lingkungan yang memungkinkan untuk ditumbuhkembangkan lebih dahsyat,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, kekayaan alam Jatim sangat memungkinkan bisa dilakukan proses hilirisasi dengan market yang luar biasa. Ia pun menyebut bahwa telah banyak produk-produk asli pesantren yang telah merambah pasar Internasional.
"Daun talas misalnya, sekarang sudah diekspor ke Jepang dan Australia dengan jumlah cukup besar yang asalnya dari Kabupaten Nganjuk. Bahkan ada juga dari Kabupaten Jombang," jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Andromeda Qomariyah menyampaikan, tujuan kegiatan Jambore OPOP ini adalah sebagai unjuk sharing keberhasilan pengembangan usaha pesantren, santri dan alumni pondok pesantren. Serta mengembangkan kemandirian pesantren melalui peningkatan kompetensi.
(ori)