Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kisah Ikatan Batin Orang Tua dan Anak Saat Anak Mondok di Pesantren

Muhajirin Kamis, 02 September 2021 - 06:30 WIB
Kisah Ikatan Batin Orang Tua dan Anak Saat Anak Mondok di Pesantren
Ilustrasi orang tua sedang menghubungi anaknya di pesantren via video call (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Direktris Pesantren Putri Darul Huffadh, Ustadzah Sa’diah Lanre Said, menceritakan ikatan batin antara orang tua dan anak. Terutama orang tua yang memilih memondokkan anaknya di pondok pesantren.

Ikatan batin ini telah terbentuk secara alamiah sejak Si Kecil masih berada dalam kandungan. Tak heran, jika seorang santri sedih atau sakit, ibu mereka di rumah akan merasakan sinyal kesedihan atau rasa sakit tersebut.
Ustadzah Sa’diah berangkat dari kisah saat anaknya, Fayyez, yang tengah belajar di salah satu pesantren di pulau Jawa. Suatu hari, Fayyez latihan silat dan kakinya tertusuk paku berkarat. Namun, peristiwa itu tak ia laporkan kepada Pembina pesantren, hingga infeksi dan menjadi demam, kaki bengkak dan bernanah.

Saat diajak berobat, Fayyez memiliki pesan menohok kepada ustadznya. Ia tak masalah dibawa ke dokter, asal kejadian itu tak diberitahukan kepada orang tuanya di Sulawesi.

“Kata ustadzah yang mengantar, Fayyez sampai memohon karena tidak mau mamanya terpikirkan dengan kondisinya. Saya tahu cerita ini, ketika Fayyez sudah sembuh perawatan seminggu kemudian sambil menelpon dan meminta maaf dengan satu alasan, ‘Saya tidak mau Mama, khawatir,” tutur Ustadzah Sa’diah Lanre Said melalui akun facebook-nya, Rabu (1/9/2021).

Saat peristiwa itu terjadi, Ustadzah Sa’diah merasakan kegelisahan tanpa tahu penyebabnya. Demikian pula yang terjadi dengan Fayyez. Suatu ketika Ustadzah Sa’diyah sakit, tiba-tiba Fayyez menelpon menanyakan kabar.

Rupanya, saat itu Fayyez terus mengingat sang ibu dan menangis tak tahu alasannya. Saat berbicara dari balik telepon, Ustadzah Sa’diah memilih menjawab normatif dan meminta didoakan agar Allah menganugerahi kesehatan.

Ikatan batin ini juga terjadi ketika Sa’diah tengah belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor. Gurutta Lanre Said, Ayah Sa’diah, memiliki kebiasaan yang ia warisi hingga kini. Gurutta Lanre Said memiliki kebiasaan tak memberitahukan kondisi kesehatan kepada putra-putrinya yang tengah belajar di pondok.

Pernah suatu ketika Gurutta Lanre Said jatuh sakit. Sa’diah merasa gelisah dan memilih menelpon ke rumah. Pada saat itu, barulah Gurutta Lanre Said memberitahukan jika istrinya tengah sakit.

“Apa yang beliau lakukan bukanlah menutupi atau tidak perduli dengan ibu bagi anak-anaknya. Tapi keduanya sepakat agar anak-anaknya betul-betul fokus dan konsentrasi untuk belajar dan belajar tanpa harus memikirkan kondisi dan keadaan di rumah,” tutur Ustadzah Sa’diah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)