Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 24 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tetap Kesepian Meski Interaksi Lewat Medsos? Itu Wajar

Muhajirin Kamis, 02 September 2021 - 10:36 WIB
Tetap Kesepian Meski Interaksi Lewat Medsos? Itu Wajar
Ilustrasi kesepian meski berinteraksi lewat media sosial Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID - Bila seseorang masih merasa kesepian usai memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan teman atau kerabat di sela kegiatan sehari hari-hari, maka itu wajar. Hal ini disampaikan psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia, Inez Kristanti

"Tidak apa-apa kalau main media sosial tetapi tetap merasa kesepian, saya rasa itu hal yang bisa dipahami," ujar Inez yang berpraktik di klinik Angsamerah itu dalam sebuah diskusi media secara virtual, Rabu (1/9/2021)

Menurut Inez, ini terkait kualitas interaksi yang hasilnya tak bisa setara saat seseorang berkomunikasi dengan orang lain secara tatap muka.

Dia mengatakan, berinteraksi melalui teknologi seperti media sosial bahkan bisa menjauhkan yang dekat dan malah mendekatkan si dia yang jauh.

"Di social media walau kita berinteraksi dengan orang kualitasnya tidak bisa disetarakan dengan hubungan personal," kata dia.

Walau begitu, memang tak ada salahnya memanfaatkan teknologi untuk sekedar menyapa atau menanyakan kabar orang-orang tersayang, di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

"Pastikan setiap harinya selain menggunakan social media, kita juga memiliki waktu untuk berinteraksi dengan orang lain. Tidak harus face to face karena di masa pandemi bisa Zoom call dengan grup teman-teman atau menanyakan kabar keluarga," ujar dia.

Lebih lanjut, terlepas dari manfaat yang dihadirkan media sosial, seperti terhubung ke orang lain dan memiliki akses mudah ke informasi, sebenarnya ada sejumlah kerugian darinya, seperti diungkap Psychology Today.

Sebuah studi tentang interaksi media menunjukkan berkomunikasi lewat Facebook mungkin memiliki implikasi negatif bagi kondisi mental. Cara ini bisa merusak keadaan afektif pengguna dan meningkatkan kecemburuan.

Agar ini tak terjadi, cobalah menggunakan media sosial secara bijak, salah satunya membatasi jumlah waktu yang kita habiskan untuk bermedia sosial menjadi setengah dari biasanya.

Ini disarankan David Braucher dari Faculty of the William Alanson White Institute's Division dan anggota Psychoanalytic Program and Intensive Psychoanalytic Psychotherapy Program.

Sementara untuk anak-anak dan remaja solusinya bukan mencegah mereka menggunakan media sosial, menurut psikolog dari Florida Atlantic University, Yamila Lezcano.

Menurut dia, orang tua dan pendidik perlu mengajari anak-anak dan remaja tentang perilaku yang pantas selama bermedia sosial sembari menjelaskan potensi positif dan negatifnya.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 24 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)