LANGIT7.ID, Yogyakarta - Siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Seorang putri buruh tani asal Yogyakarta, Tri Wahyuni dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jenjang pendidikan Diploma Tiga (D3). Tri berhasil meraih predikat cumlaude dengan indeks prestasi 3,84.
Tri menjadi lulusan terbaik di UNY periode Agustus 2021. Sebagai mahasiswi, teman-temannya mengenal Tri sebagai sosok pekerja keras. Selama menempuh pendidikan, untuk membiayai kuliahnya, Tri bekerja paruh waktu di salah satu toko bakpia di Yogyakarta pada pukul 15.00 – 21.00 WIB.
“Saya beruntung teman-teman mendukung kegiatan saya dalam bekerja dan selalu diberi kemudahan dalam melakukannya,” ujar Tri yang dilansir dari laman UNY, Kamis (2/9/2021).
Perjuangan anak bungsu tiga bersaudara selama kuliah di UNY ini ternilai luar biasa. Ia biasa menempuh perjalanan yang cukup jauh dari rumahnya di jalan wates menuju kampusnya di UNY. Tri mampu bertahan karena dukungan orang tuanya.
Tugiyono dan Wagiyem selalu menyemangati Tri agar menjadi pribadi yang memiliki ilmu tinggi. Tugiyono mengaku mendukung segala keinginan Tri Wahyuni untuk kuliah karena putri bungsunya memang pintar. Bahkan, dia rela melakukan berbagai hal agar bisa terwujud.
“Saya tidak bisa baca tulis oleh karena itu saya akan melakukan segala cara agar anak saya bisa kuliah,” papar Tugiyono.
Ibundanya, Wagiyem merasa bahwa biaya kuliah di UNY relatif terjangkau dan itu sangat membantu keuangan keluarga. Ia berharap Tri bisa mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik.
“Agar salah satu anak saya bisa pandai dan bisa mengubah nasib keluarga,” papar Wagiyem.
Karena keterbatasan biaya, dua kakak laki-laki Tri harus mengalami putus sekolah. Hal itu yang mereka tidak inginkan terjadi pula pada buah hatinya yang ketiga. Karenanya, pasangan ini rela bekerja keras agar gadis kelahiran Sleman, 22 Oktober 1999 itu bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Tri merupakan alumnus SMAN 1 Gamping yang lulus pada tahun 2017. Kemudian melanjutkan pendidikan di UNY pada tahun 2018. Selama satu tahun istirahat dari kuliah, ia bekerja di salah satu rumah makan di Yogyakarta. Selama masa jeda kuliah, ia juga rajin belajar daring.
(jqf)