Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 21 Juni 2026
home global news detail berita

Strategi 3 Capres Gaet Suara Gen Z, dari Gemoy hingga One Piece

tim langit 7 Senin, 11 Desember 2023 - 09:00 WIB
Strategi 3 Capres Gaet Suara Gen Z, dari Gemoy hingga One Piece
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Pasangan capres-cawapres punya strategi sendiri-sendiri untuk menggaet suara. Di antaranya aksi kampanye menghibur mulai joget gemoy, nonton one piece hingga salam hunger games.

Dosen Kajian Media dan Budaya Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Radius Setiyawan turut menyoroti aksi kampanye menghibur ini.

Menurutnya sejak masa kampanye resmi dimulai, para timses dari masing-masing calon pasangan pilpres berlomba-lomba untuk membentuk citra lewat konten media sosial.

Beberapa pihak cenderung sinis terhadap gaya kampanye yang menghibur yang identik dengan tarian, musik, gerakan dan budaya populer lain. Ada anggapan bahwa model-model kampanye tersebut miskin gagasan dan cenderung mereduksi nalar kritis.

Dia mengatakan, anggapan tersebut sangat berdasar dan mempunya argumen tersendiri. Jika diamati, beberapa yang viral dan dibicarakan memang miskin substansi.

Bahkan beberapa cenderung mengaburkan problem yang harusnya aktual untuk dibicarakan. Seperti wacana politik dinasti, isu lingkungan, politik identitas, wacana HAM, global warming dan lainnya.

Baca juga:Debat Capres-Cawapres Digelar 5 Kali, Pertama pada 12 Desember

“Tetapi hal tersebut bukan berarti menggenalisir bahwa budaya popular (pop culture) yang terkait dengan politik itu selalu dangkal dan tidak punya makna,”ujar Radius Minggu (10/12/23)

Radius menyebut, generasi Z sangat mungkin melibatkan diri dalam politik dengan cara-cara mereka. Pesan terkait kesehatan mental, keseimbangan ekologi dan pesan anti korupsi sangat mungkin disampaikan dan dikampanyekan dengan cara-cara kreatif khas gen-Z. Konten-konten yang dibuat tentunya harus memperhatikan 3 hal yakni: ringan atau receh, lucu dan related dengan kehidupan gen-Z.

“Tidak semua yang receh, lucu dan menggembirakan itu tidak mempunyai pesan atau gagasan. Anak muda yang suka dengan tarian, nyanyian dan hiburan popular lain sangat mungkin menyimpan pesan yang substantif dan kritis. Tarian ketika didesign untuk merespon isu aktual, pasti mempunyai pesan edukatif, termasuk nyanyian dan hal sejenis." imbuh Radius lagi.

Radius menghimbau kepada para timses, meski yang disajikan sisi ringan dan lucu namun harus tetap mengedepankan subtansi, karena memasuki tahun politik seperti ini edukasi politik harus terus dikedepankan, agar kampanye yang dilakukan tidak terkesan gimmick belaka.

Diketahui mayoritas pemilih di Pilpres 2024 didominasi oleh kalangan millenail dan Gen Z. Jumlah pemilih milenial menurut Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 66.822.389 atau 33,60 persen dari total pemilih yang akan menyalurkan hak suaranya di Pilpres 2024.

Sementara pemilih dari kalangan Gen Z mencapai 46.800.161 pemilih atau sebanyak 22,85 persen dari DPT. Jika ditotal maka total pemilih dari kelompok millennial dan generasi Z berjumlah lebih dari 113 juta pemilih. Artinya jumlah pemilih dua generasi ini sebanyak 56,45% persen dari total keseluruhan pemilh.

“Dua generasi ini dikenal melek teknologi dan media sosial, terutama Gen Z yang tumbuh dengan akses internet dan teknologi digital sejak usia muda. Fakta itulah yang menyebabkan suara Gen Z dan millenial diperebutkan oleh capres cawapres di Pilpres 2024 ini,”pungkasnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 21 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan