LANGIT7.ID-, Jakarta- - Perusahaan internasional Puma mengakhiri kerja sama dengan timnas sepak bola Israel pada 2024. Pabrikan asal Jerman ini menegaskan keputusan tersebut diambil pada akhir 2022 lalu.
Gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) menyerukan boikot pada Puma karena mensponsori timnas sepak bola Israel. Mundurnya Puma sebagai sponsor timnas Israel, disebut BDS sebagai "kemenangan" atas gerakannya.
Melalui laman resminya, BDS mengatakan gerakan mereka telah "“memaksa (Puma) untuk berhenti mesponsori Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA)”.
"Bocoran pesan internal mengungkapkan bahwa PUMA mendapat tekanan luar biasa untuk membatalkan kontrak," lanjut BDS.
Tekanan boikot semakin meningkat bersamaan dengan genosida yang dilakukan Israel terhadap 2,3 juta warga Palestina di Gaza yang diduduki dan dikepung, menewaskan lebih dari 18.000 orang, termasuk puluhan pesepakbola.
Namun Puma menepis keputusan itu berhubungan dengan aksi protes BDS. Puma menyebut, menyetop kerjasama lebih dikarenakan alasan komersial.
“Peninjauan terhadap daftar tim nasional yang ada berdasarkan KPI tertentu seperti iklan dan partisipasi dalam turnamen internasional besar menyebabkan beberapa perubahan,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan kepada Quartz, dikutip Jumat (15/12/2023).
Puma mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani "tim pernyataan" baru untuk menggantikan Israel.
Meskipun Puma menolak klaim imbas boikot, BDS tetap menyambut baik langkah tersebut. BDS mengingatkan bahwa keputusan Puma menjadi peringatan bagi perusahaan lain yang bekerja sama dengan Israel.
Kemitraan antara Puma dan IFA dimulai pada tahun 2018, hal ini yang menjadi alasan seruan BDS untuk memboikot raksasa pakaian olahraga tersebut.
Aktivis menuding Puma mendukung permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, karena IFA mencakup klub-klub yang bermarkas di wilayah tersebut.
“PUMA telah menjadi target kampanye BDS di seluruh dunia sejak tahun 2018 atas dukungannya terhadap apartheid Israel yang menindas jutaan warga Palestina. IFA mengatur dan mengadvokasi untuk mempertahankan tim di pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina yang dicuri,” demikian bunyi pernyataan dari kelompok tersebut, dikutip Mirror.
“Pesan internal yang bocor mengungkapkan bahwa PUMA berada di bawah tekanan luar biasa untuk membatalkan kontrak. Tekanan global BDS yang tiada henti selama bertahun-tahun terhadap PUMA dan rusaknya citranya harus menjadi pelajaran bagi semua perusahaan yang mendukung apartheid Israel, bahwa keterlibatan memiliki konsekuensi
(ori)