Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Ulama Ibnu Mubarak, Menggali Ilmu dari 4.000 Guru

tim langit 7 Senin, 08 Januari 2024 - 10:00 WIB
Kisah Ulama Ibnu Mubarak, Menggali Ilmu dari 4.000 Guru
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Abdullah ibnu Al Mubarak bin Wadlih Al Handzali Al Marwazi atau dikenal dengan sebutan Ibnul Mubarak, adalah seorang ulama besar yang lahir di Kota Marwa, Khurasan, pada 118 H.

Dalam kitab Siyar A'lam an-Nubala, Syamsuddin az-Zahabi, Jilid 8, halaman 379, dijelaskan bahwa Ibnu Mubarak merupakan ulama terkemuka pada masanya, yang dikenal dengan keilmuannya yang luas, kesalehannya, dan sifat zuhudnya.

Ayahnya, Al Mubarak, berasal dari Turki, sedangkan ibunya berasal dari Khwarezmia (sekarang Khiva) yang dulunya termasuk bagian Khurasan atau sebelah barat Uzbekistan. Ibnul Mubarak lahir dari pasangan suami istri yang taat dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai ketakwaan agamanya.

Ibnul Mubarak tumbuh menjadi anak yang cerdas dan gemar belajar. Sejak kecil, ia sudah mempelajari ilmu agama dari ayahnya dan ulama-ulama lainnya di Marwa. Ia juga berguru kepada ulama-ulama besar di berbagai kota di dunia Islam, seperti Basrah, Baghdad, dan Damaskus.

Baca juga:Sosok Syekh Al-Aruri di Mata Keluarga: Pejuang yang Merindukan Syahid

Guru pertama yang ditemui Ibnul Mubarak adalah Rabi' bin Anas al-Kharasyi. Ia berusaha untuk menemuinya di penjara dan mendengar sekitar 40 hadits darinya. Kemudian, melakukan perjalanan pada tahun 141 H dan mengambil hadits dari para tabi'in yang ditemuinya.

Menurut catatan Syamsuddin az Zahabi, dalam kitab Siyar A'lam an-Nubala, Ibnul Mubarak berguru kepada banyak ulama, bahkan lebih dari 4.000 orang. Sementara Imam bin Hanbal menuturkan bahwa Ibnul Mubarak adalah ulama yang sangat giat mencari ilmu.

Ia rela merantau ke berbagai negeri untuk belajar kepada para ulama. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk menimba ilmu. Imam Ahmad bin Hanbal juga berkata, "Pada zamannya, tak ada seorang pun yang lebih giat menimba ilmu melebihi Ibnu Al-Mubarak."

Ibnu Al-Mubarak pernah belajar kepada 4.000 orang guru di berbagai negeri. ad Di antara gurunya dari kalangan tabi'in lainnya, seperti Sulaiman at-Taimi, 'Ashim al-Ahwal, Humaid at-Tawwal, Hisyam bin 'Urwa, al-Jariri, Ismail bin Abi Khalid, al-A'masy, Buraidah bin Abdullah bin Abi Burdah, Khalid al-Khudhari, Yahya bin Sa'id al-Anshari.

Kemudian Ibnul Mubarak juga pernah berguru pada Abdullah bin Aun, Musa bin Uqbah, Ajlajah al-Kindi, Husain al-Mu'allim, Hanzhalah as-Sadusi, Huyawah bin Syarih al-Misri, Kahmas, al-Auza'i, Abu Hanifah, Ibnu Juraij, Ma'mar, at-Tsauri, Syu'bah, Ibnu Abi Dzi'b, Yunus al-Ili, al-Hammadan, Malik, al-Laits, Ibnu Lahi'ah, Hisyam, Ismail bin 'Iyasy, Ibnu 'Uyainah, dan Baqi' bin al-Walid.

Semasa hidupnya, Ibnul Mubarak banyak melakukan perjalanan dan mengembara hingga ia meninggal dunia dalam pencarian ilmu. Ia pernah mengunjungi berbagai kota di Irak, Suriah, Hijaz, dan Yaman.

Saat mengunjungi Irak, ia berguru kepada para ulama besar seperti Sufyan ats-Tsauri, Malik bin Anas, dan Abu Hanifah. Di Suriah, ia berguru kepada para ulama besar seperti Yahya bin Sa'id al-Ansari, Abu Hazim al-A'raj, dan Malik bin Dinar. Di Hijaz, ia berguru kepada para ulama besar seperti Urwah bin Zubair.

Di Yaman, ia berguru kepada para ulama besar seperti Syu'bah bin al-Hajjaj dan Hammad bin Zaid. ad Kesaksian Tabi'in tentang Abdullah Ibnu Mubarak Berdasarkan penuturan para ulama semasanya, sosok Ibnul Mubarak digambarkan sebagai ulama dan ahli hadits yang sangat mulia akhlaknya. (Sumber"Nu Online)

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)