LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH), mengajak masyarakat untuk tidak mempraktikkan narasi "Ambil Uangnya jangan coblos orangnya". Menghalalkan praktik demikian sama saja melegalkan sogok-menyogok di tengah masyarakat.
“Saya tidak sepakat dengan itu. Tinggalkan uangnya tinggalkan orangnya. Maka mulailah kita dengan etik yang benar,” kata UAH dalam tausiahnya yang disiarkan secara daring, Senin (5/2/2024).
UAH mengutip sebuah hadits dari Abu Bakar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sebagaimana karakter kamu itu dikirimkanlah kemudian karakter yang sama yang memimpin kamu.”
Maksud hadits tersebut,saat rakyat terbiasa menerima sogokan atau suapaan, maka itu akan melahirkan pemimpin yang memiliki karakter demikian.
“Siapapun yang nanti jadi perwakilan, legislatif kah eksekutif kah, nanti tidak akan jauh sifat-sifatnya,” ujar UAH.
Maka itu, dia menegaskan kepada masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai etika dalam melaksanakan Pemilu 2024. Itu agar Pemilu melahirkan pula pemimpin yang berintegritas dan tidak mudah korupsi.
"Itu sudah sangat mengkhawatirkan. Jangan sampai menimpa umat Islam. Hal ini dapat meruntuhkan kehormatan. Kemudian juga bisa menghadirkan sesuatu yang tidak baik di masa depan,” tutur UAH.
“Jika masyarakat gemar menerima yang seperti itu, jangan berharap sesuatu yang baik terjadi di masa depan,” sambung UAH.
Menurut dia, praktik tersebut merupakan penyebab kondisi kehidupan berbangsa bernegara itu menjadi tidak baik dan tidak stabil.
"Mari kita menyatukan persatuan dan kedamaian. Dalam konteks bersaing dengan cara yang baik tanpa harus mencela,” ungkap UAH.
(ori)