LANGIT7.ID-, Surabaya- - Orang tua sebaliknya lebih mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) pada anak. Sebab anak biasanya tak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan. Orang tua yang harus pro aktif ketika anak sudah mulai lain dari biasanya.
Biasanya DBD ini ditandai dengan suhu tubuh yang meninggi. Biasanya di atas 39 derajad celsius. “Pastinya harus dilihat anak batuk pilek tidak, kalau tidak dan panas tinggi perlu curiga itu DBD,” ungkap Dokter spesialis anak, dr. Dini Adityarini, SpA.
Terkadang gejala DBD ini tidak jelas dan seringkali berubah-ubah bahkan seringkali bertumpukan dengan infeksi yang lain. Tapi yang pasti kata dr Dini, anak yang sudah tiga hari panas di atas 39 derajad celsius memang harus segera diperiksakan.
Baca juga:
Kebiasaan Makan Malam Berbahaya, Risiko Obesitas dan Ganggu Kesehatan Mental“Terutama jika anak sudah lemes, tidak mau lepas dari gendongan ibu atau ayahnya maka segera bawa ke rumah sakit, jangan sampai terlambat,” imbuhnya.
Jika anak sudah mulai muncul bintik merah, kata dr Dini, kondisi sudah memburuk karena bintik merah itu tandas sudah terjadi pendarahan. “Dokter harus kerja keras untuk bisa mengobati pasien dengan kondisi seperti itu,” pungkasnya.
Sementara itu, kasus DBD terus meningkat di Indonesia termasuk Jawa Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mencatat, hingga minggu ketiga Februari 2024 ini jumlahnya mencapai 3.637 kasus.

Kasus DBD tersebar di 38 kabupaten/kota. Dari data itu pula tidak ada satupun kabupaten/kota di Jawa Timur ini yang bebas dari penyakit ini.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, drg. Sulvy Dwi Anggraeni, M. Kes, kasus DBD ini akan mengalami lonjakan di akhir hingga awal tahun terutama saat musim penghujan.
“Dan dari 38 kabupaten/kota itu, 17 di antaranya melaporkan ada kasus kematian. Jadi masyarakat harus mewaspadai penyakit ini. DBD ini bisa menyerang siapa saja tak pandang usia, sosial ekonomi dan sebagainya,” ujarnya.
Sulvy menegaskan tren jumlah pasien akibat DBD ini memang terus meningkat. Bahkan data per Februari 2024 dibandingkan Februari 2023 mengalami peningkatan signifikan.

(ori)