Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan lonjakan kasus yang tinggi kerap memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah, menjadi sebuah ancaman kesehatan di Indonesia karena tingkat prevalensinya yang terbilang tinggi.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang berbahaya karena dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan sering kali menjadi wabah
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mencatat ada 154.082 kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam kurun 1 Januari hingga minggu ke 27 di tahun 2024.
Intensitas hujan masih tinggi menjadi salah satu pemicu merebaknya penyakit demam berdarah. Masyarakat diimbau mengenali tanda-tanda demam berdarah dengue
Kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan pada 2024. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan perubahan iklim menjadi salah satu penyebabnya.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi serius di Indonesia hingga saat ini. Orang tua harus waspada terhadap penyakit DBD jika anak memunculkan gejala
BPJS Kesehatan seringkali dipandang sebelah mata karena pelayanan yang diberikan berbeda dengan pasien umum. Kondisi ini seringkali menyebabkan masyarakat
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat Indonesia hingga saat ini. Kemenkes RI dalam lima tahun terakhir (2018 - 2022) mencatat, kasus DBD
Untuk melindungi diri dari serangan penyakit, ada baiknya mulai menjaga imun tubuh dan mengenali beberapa jenis penyakit yang biasanya muncul di musim hujan.
Penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan dan ancaman serius di sejumlah wilayah di Indonesia. Pasalnya penyakit ini tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan, namun juga sektor sosial dan ekonomi masyarakat.
Penyakit ini ditandai dengan gejala khas seperti demam tinggi tanpa disertai gejala lainnya, misalnya tanpa disertai batuk, pilek, ataupun sesak napas.