Studi: Dua Dosis Vaksin Terbukti Kurangi Efek Jangka Panjang Covid-19
MuhajirinSabtu, 04 September 2021 - 23:33 WIB
Vaksinasi warga Kelurahan Rawaterate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur di Masjid Jami Al Furqaan, PT United Tractors Jakarta. Foto: Achmad Fadillah/Langit7.id
LANGIT7.ID, Jakarta - Dua dosis vaksin Covid-19 terbukti mengurangi separuh efek jangka panjang Covid-19 untuk orang dewasa. Hal tersebut sebelumnya dibuktikan lewat sebuah penelitian tim dari King's College London.
Penelitian tersebut menunjukkan orang yang sudah divaksin kemudian terpapar virus, 73 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit. Sementara, yang bergejala parah berkurang hampir sepertiganya.
"Kami menemukan bahwa rata-rata pasien akan bergejala selama 28 hari atau lebih, tetapi durasi akan berkurang hingga setengahnya jika sudah divaksin komplit," papar studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Lancet.
"Artinya, risiko Covid-19 jangka panjang akan berkurang pada individu yang telah menerima vaksinasi penuh," bunyi lanjutan studi itu.
Tim peneliti menganalisis data dari lebih dari dua juta orang yang mencatat gejala, tes, dan status vaksinasi mereka di aplikasi Covid Symptom Study Inggris selama Desember hingga Juli tahun ini. Sebanyak 6.030 dari mereka dinyatakan positif Covid-19 setidaknya dua minggu dari sejak menerima vaksin dosis pertama. Sementara hanya 2.370 pengguna aplikasi yang positif Covid-19 setidaknya seminggu setelah menerima dosis kedua.
Orang yang sudah divaksinasi penuh melaporkan gejala yang relatif ringan atau tidak bergejala sama sekali. Selain itu, orang-orang berusia di atas 60 tahun lebih cenderung tidak memiliki gejala jika dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksinasi. Yakni vaksinasi dosis penuh dalam sebuah penelitian menunjukkan kemanjuran dalam melindungi orang-orang lanjut usia dan kelompok yang paling rentan. (Sumber: Anadolu Agency)