LANGIT7.ID, Banda Aceh - Ustadz yang menjadi kuli bangunan sangat jarang dijumpai. Profesi ini dilakoni oleh pemuda asal Aceh Tenggara, Akhi Novan, atas iktikad
sedekah.
"Saya tidak punya harta, jadi saya anggap sedekah," kata Ustadz Novan, sapaannya.
Dia mengaku sama sekali tak berkecil hati. Sebab sedekah tak harus bersifat materi, tetapi bisa juga immateri. Seperti ide atau tenaga sebagai kuli bangunan.
Kemahirannya sebagai kuli bangunan terbukti andal ketika dia bersama sang ayah mendirikan Masjid Al-Hidayah di Desa Bukit Meriah, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara.
Baca Juga: Hanya Ngontel Saat Kuliah, Pemuda Ini Kini Bina Ratusan Penghafal Al-QuranRumah ibadah yang dibangunnya ini kerap dijuluki sebagai masjid di atas awan karena terletak di atas pegunungan Leuser.
"Saya imam dan DKM di Masjid Al-Hidayah. Masjid ini dibangun karena jarak dengan masjid terdekat 10 kilometer. Bersama warga, kami membangunnya secara swadaya," ujarnya dikutip laman resmi ACT.
Di samping kuli bangunan dan menjadi imam masjid, Ustadz Novan juga menjadi marbot di Masjid Sabilussalam, Desa Kampung Karo, Kecamatan Lawe Sigala Gala.
Pemuda ini memiliki alasan kuat untuk berkontribusi di masjid tersebut, meski jarak dari rumahnya sejauh 12 kilometer. Sebab desa tersebut merupakan kampung minoritas.
"Muslim di Desa Kampung Karo merupakan minoritas dan masih harus dibimbing. Jadi tak masalah bolak-balik, pagi berangkat, sore pulang. Ini juga jadi sedekah saya."
(bal)