LANGIT7.ID-, Kanada- - Pemerintah Kanada berencana menjajaki langkah-langkah baru untuk membuat kepemilikan rumah lebih mudah diakses, termasuk memperkenalkan produk pembiayaan alternatif seperti ‘kredit syariah’ untuk komunitas Muslim.
Berdasarkan anggaran federal, pemerintahan Partai Liberal di bawah pemerintahan Justin Trudeau telah memulai konsultasi dengan penyedia layanan keuangan untuk lebih memahami bagaimana kebijakan kredit nantinya dapat mendukung kebutuhan beragam komunitas di negara tersebut.
Pemerintah mulai menjajaki opsi yang dapat mengubah “perlakuan pajak terhadap produk-produk kredit” atau memberikan “peraturan baru bagi penyedia jasa keuangan”, menurut rencana yang dilaporkan oleh media lokal.
Konsultasi telah dimulai pada Maret 2024, dan pemerintah mengatakan akan mengumumkan rincian secara mendalam terkait aturan tersebut pada musim gugur mendatang.
Islam, seperti yang diketahui, menganggap riba sebagai dosa. Pembebanan bunga dianggap sebagai bentuk riba, oleh karena itu keuntungan yang diperoleh melalui bunga dianggap tidak adil.
Bunga, yang dipandang eksploitatif, secara tegas dilarang dalam Islam. Akibatnya, sejumlah bank Islam telah dibuka di negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir, menawarkan struktur pembayaran yang berbeda untuk menghindari pemberian pinjaman dan membebankan bunga.
Bank Syariah, untuk mencapai keuntungan moneter tanpa membebankan bunga, biasanya menggunakan sistem penyertaan modal. Dalam pengaturan ini, ketika bank meminjamkan uang kepada suatu bisnis, bisnis tersebut tidak membayar kembali pinjaman beserta bunganya. Sebaliknya, hal ini memberi bank bagian dari keuntungannya.
Bank syariah juga tidak memperbolehkan investasi dilakukan pada minuman beralkohol, perjudian atau hal-hal lain yang dilarang agama.
Secara umum, keuangan Islam beroperasi berdasarkan prinsip pembagian keuntungan dan risiko serta menghindari risiko.
Kredit Rumah SyariahBagi umat Islam, memiliki rumah seringkali menjadi kesulitan karena harus membayar bunga.
Namun, selama bertahun-tahun, struktur pembayaran yang berbeda telah muncul bagi umat Islam yang ingin mematuhi hukum Islam atau syariah.
Salah satu struktur pembayarannya adalah model sewa untuk memiliki bangunan, di mana bank membeli aset dan kemudian menyewakannya kembali kepada pelanggan selama jangka waktu tertentu. Hal ini memungkinkan pembayaran masuk ke modal dan juga memberikan keuntungan bagi bank.
Opsi lainnya memilih bentuk kemitraan dengan pemberi dana, yang mencakup kedua belah pihak yang memiliki properti sampai ekuitas secara bertahap dialihkan dan kemitraan tersebut dibubarkan.
Ada juga sistem kredit di mana kepemilikan dijual kepada pelanggan, dan keuntungan disertakan dalam penawaran akhir, dengan memperhitungkan riwayat kredit pembeli, deposit, dan ketentuan perjanjian.
Tahun lalu, National Post Kanada melaporkan bahwa banyak umat Islam di negara tersebut telah menyewa rumah selama bertahun-tahun, atau puluhan tahun, karena kurangnya pilihan kredit syariah.
Meskipun beberapa bank dan lembaga keuangan Islam telah dibuka di Kanada dalam beberapa tahun terakhir, saat ini tidak ada bank terkemuka yang menawarkan opsi kredit syariah.
(lam)