LANGIT7.ID-, - Hari yang indah dalam sebuah festival komunitas
Filipina di Vancouver, British Columbia,
Kanada seketika berubah jadi menakutkan dan mencekam, usai sebuah mobil menyeruduk kerumunan pengunjung yang mengakibatkan setidaknya 11 orang tewas.
Selain koran tewas, puluhan orang juga dilaporkan terluka setelah sebuah mobil melaju dan tampak sengaja mengarahkan mobilnya ke kerumunan. Melansir
nytimes.com, dilihat Senin (28/4/2025).
Awalnya, menurut saksi,tak seorang pun merasa curiga bahwa mobil SUV Audi hitam telah melewati pembatas jalan dan memasuki jalan yang dipenuhi pengunjung festival yang mengantre di truk makanan, dan melihat-lihat barang dagangan para perajin.
Saat itu, Sabtu sekira pukul 8 malam, dan Apl.de.ap, seorang rapper Filipina-Amerika dan anggota pendiri Black Eyed Peas, telah menyelesaikan konser yang merupakan acara utama Festival Lapu Lapu, yang diselenggarakan oleh komunitas Filipina di Vancouver, British Columbia.
Baca juga: Truk Tabrak Kerumunan Saat Perayaan Tahun Baru di New Orleans, 10 Tewas dan 30 TerlukaAwalnya SUV besar itu merangkak di antara kerumunan, dan Kris Pangilinan, yang sedang berjualan pakaian di sebuah stan, berasumsi bahwa mobil itu telah diizinkan masuk untuk membantu pedagang lain memuat barang dagangannya dan menutup toko.
Kemudian, mobil itu mulai melaju kencang.
"Dia menyerempet seseorang di tempat para pedagang," kata Pangilinan, pada hari Minggu setelah semalam tidak bisa tidur. "Tiba-tiba saya mendengar suara knalpot dan suara akselerasi kendaraan. Lalu, bum: Dia menabrak puluhan orang."
Tak lama kemudian, petugas polisi menyita meja-meja di tenda Pangilinan untuk digunakan sebagai tandu darurat.
Setidaknya 11 orang, berusia antara 5 hingga 65 tahun, tewas dalam kejadian tersebut seperti yang digambarkan oleh Perdana Menteri Mark Carney sebagai "serangan menabrak mobil".
Puluhan lainnya terluka, kata kepala sementara Departemen Kepolisian Vancouver, Steve Rai, memperingatkan bahwa kemungkinan besar beberapa dari mereka akan meninggal.
Sementara mengenai pelaku penabrakan, beberapa saksi mengatakan pengemudi SUV tersebut mencoba melarikan diri setelah serangan tersebut, tetapi berhasil ditahan oleh orang-orang di kerumunan.
Minggu malam, pihak berwenang mengatakan bahwa jaksa telah mendakwa Kai-Ji Adam Lo (30), dengan delapan tuduhan pembunuhan tingkat dua. Mereka mengatakan bahwa tuduhan lebih lanjut akan diantisipasi.
Mengenai motif pelaku melakukan aksi kejinya tersebut, Kepala Polisi Rai sebelumnya menolak untuk membahas motif tersangka. Ia hanya mengatakan bahwa polisi sebelumnya telah "berkomunikasi secara mendalam dengannya terkait masalah kesehatan mental."
David Eby, perdana menteri British Columbia, mengatakan bahwa pengemudi tersebut telah bertindak "dengan sengaja."
Polisi telah mengesampingkan terorisme sebagai motif. "Kami tidak yakin ada ancaman aktif terhadap warga Kanada," kata pejabat keamanan nasional, Carney.
Sepanjang Sabtu malam hingga Minggu, anggota komunitas Filipina yang besar di Vancouver dengan panik bertukar pesan untuk memastikan siapa yang telah meninggal, siapa yang terluka, dan siapa yang lolos dari pembantaian itu.
"Saya rasa telepon saya tidak pernah berdering sebanyak itu sepanjang hidup saya," kata R.J. Aquino, ketua Masyarakat dan Budaya Filipina Kanada di B.C. "Ada banyak kepanikan, dan kelegaan saat seseorang menjawab."
(lsi)