LANGIT7.ID-, Derbent, Rusia- - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan penodaan terhadap Al-Qur'an adalah kejahatan dan akan dihukum di Rusia.
Dilansir dari
arabnews, dalam kunjungannya ke Derbent beberapa waktu lalu, sebuah Republik Otonomi Dagestan yang mayoritas penduduknya Muslim, Putin mengatakan meskipun ada sejumlah negara yang telah gagal menghormati kesucian Al-Qur’an, namun kitab suci ini akan selalu dihormati di Rusia.
“Di negara kami, ini adalah kejahatan, baik menurut Konstitusi dan hukum pidana,” katanya ketika menerima salinan kitab suci tersebut saat berkunjung ke masjid bersejarah Derbent, di mana ia bertemu dengan perwakilan Muslim dari Dagestan.
![Putin Tegaskan Menodai Al-Qur'an Merupakan Kejahatan Di Rusia]()
“Al-Qur’an adalah suci bagi umat Islam dan harus suci juga bagi orang lain,” katanya sambil mengucapkan terima kasih kepada para perwakilan atas hadiah tersebut. “Kami akan selalu mematuhi aturan ini.” tambahnya.
Komentar Putin tersebut muncul usai ada seorang pria merobek dan membakar salinan Al-Qur'an di luar masjid pusat Stockholm, Swedia, yang memicu kecaman luas dari Arab Saudi dan negara-negara Muslim lainnya.
“Tindakan yang penuh kebencian dan berulang-ulang ini tidak dapat diterima dengan pembenaran apa pun, dan tindakan tersebut jelas-jelas memicu kebencian, pengucilan, dan rasisme, dan secara langsung bertentangan dengan upaya internasional yang berupaya menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penolakan terhadap ekstremisme, serta melemahkan rasa saling menghormati yang diperlukan. untuk hubungan antara masyarakat dan negara,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Polisi Swedia kemudian mendakwa pria tersebut melakukan agitasi terhadap kelompok etnis atau nasional tertentu.
(lam)