Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 28 Mei 2024
home lifestyle muslim detail berita

Picu Komplikasi pada Penderita, Varises Jangan Dianggap Sepele

esti setiyowati Jum'at, 03 Mei 2024 - 20:00 WIB
Picu Komplikasi pada Penderita, Varises Jangan Dianggap Sepele
ilustrasi
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Varises merupakan kondisi masalah kesehatan yang umum terjadi pada orang dewasa maupun lanjut usia. Penyakit ini timbul ketika pembuluh darah vena menjadi melebar dan berkelok yang disertai dengan gangguan sirkulasi darah di dalamnya.

Gangguan sirkulasi darah tersebut dapat menyebabkan sumbatan aliran darah melalui vena untuk kembali ke jantung sehingga darah mencoba menembus katup dari sistem penyambung.

Sehingga dapat menyebabkan rasa pegal dan ketidaknyamanan setelah melakukan aktivitas seperti berdiri dan berjalan lama pada penderitanya.

Dokter Spesialis Bedah Sub Spesialis BVE Rumah Sakit Royal Progress, dr Hendra Wibowo SpB.Subsp.BVE (K) mengatakan, dalam kasus varises yang beragam, penderitanya memiliki gejala yang berbeda-beda dan unik bahkan ada beberapa yang tidak menimbulkan gejala signifikan.

Baca juga:Benarkah Pelihara Kucing Bikin Susah Hamil? Berikut Penjelasan Ahli

"Keluhan yang umumnya terjadi yaitu berupa pegal, nyeri dan terlihat urat-urat halus yang menonjol di sekitar betis belakang. Untuk kasus pada tingkat yang paling parah yaitu luka atau ulkus yang sulit disembuhkan," kata dr Hendra dalam keterangannya, Kamis (2/5/2024).

Namun, karena sering terjadi tanpa gejala tadi, penderitanya menganggap sepele dan biasanya sudah terjadi dalam waktu yang lama yang akhirnya baru dilakukan pengobatan setelah tingkat lanjut.

Karena alasan itu, ia menyarankan untuk melakukan pengobatan atau terapi sesegera mungkin.

"Pengobatan ataupun terapi dapat dilakukan sesegera mungkin apabila sudah mengalami gejala-gejala yang dirasa mendekati varises.” imbaunya.

Varises dapat menyebabkan berbagai dampak dan hambatan yang dapat terjadi pada penderita, yaitu menurunkan kepercayaan diri karena dapat mengganggu penampilan dan secara fungsional akan mengganggu aktivitas fisik penderita karena timbulnya keluhan pegal dan linu.

Apabila hingga terjadi luka pada pembuluh darah maka dapat menimbulkan infeksi.

“Perawatan untuk varises biasanya melibatkan pemakaian stoking kompresi untuk membantu mengurangi pembengkakan. Dalam kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat varises yang sangat besar atau mengganggu," terang dr Hendra.

"Sedangkan, dalam kasus yang masih dapat dilakukan terapi, perawatan lain seperti skleroterapi (suntikan untuk menutup pembuluh darah yang terkena atau pembedahan mungkin diperlukan). Dokter akan dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan terbaik berdasarkan tingkat keparahan kondisi varises pasien,” tambahnya.

Menurut Direktur Utama RS Royal Progress, dr Ivan R Setiadarma, varises lebih rentan terjadi pada wanita, yang apabila tidak mendapatkan penanganan tepat dapat menyebabkan komplikasi.

"Faktor penyebabnya antara lain yaitu seiring dengan pertambahan usia, katup vena mengalami penuaan sehingga darah lebih rentan menumpuk dan perubahan hormon yang terjadi sebelum periode menstruasi, masa kehamilan hingga menopause juga dapat mengendurkan dinding vena," terangnya.

Selain itu, faktor genetik, tekanan darah yang tinggi, kelebihan berat badan serta gaya hidup yang tidak sehat juga memicu terjadinya varises.

Adapun kondisi medis tertentu seperti deep vein thrombosis yang juga dapat merusak dinding vena dan meningkatkan risiko varises.

Terkait itu, Hendra menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah varises.

"Yaitu menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara rutin, istirahat teratur selama waktu duduk atau berdiri yang lama, dan mengangkat kaki Anda jika memungkinkan supaya tidak diam terlalu lama," kata Hendra.

Sementara pengobatan varises dapat dilakukan dengan sejumlah cara, salah satunya yang dikenal efektif dan terkini yaitu dengan metode laser.

Metode ini dikenal dengan nama Endovenous Laser Ablation (EVLA), yang merupakan salah satu metode pengobatan varises tanpa melakukan pembedahan besar atau minimal invasif.

Sebagai rumah sakit dengan fasilitas medis terkini, RS Royal Progress (RSRP) tengah mengembangkan penanganan varises yang lebih efektif, salah satunya dengan metode laser tanpa bedah agar pasien merasa lebih aman, nyaman, dan minim sayatan.

"Untuk penanganan varises yang lebih intensif, kami menawarkan Metode EVLA sebagai salah satu terapi pilihan utama yang memiliki kelebihan waktu perawatan lebih singkat, rasa nyeri yang minim dan tidak menimbulkan bekas luka yang besar pada pasien.” jelas dr Ivan.

Proses pengerjaan metode ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan melibatkan penggunaan laser endovenous yang diarahkan ke dalam vena yang terganggu melalui kateter.

Laser ini menghasilkan panas yang berfungsi untuk dapat menutup vena yang bermasalah yang dapat memungkinkan perbaikan yang tepat dan signifikan. Dengan metode EVLA yang efektif dan minimal invasif, tingkat keberhasilan penyembuhan akan meningkat dan cepat.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 28 Mei 2024
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan