LANGIT7.ID-Jakarta; Perdebatan tentang kerjasama antara orang Islam dengan non Islam, mengusik Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, Prof Dr.Nasaruddin Umar untuk memberikan pencerahan.
Menurut Prof Nasaruddin, siapa bilang orang Islam tidak boleh kerjasama dengan non Islam? “Yang bilang begitu, jelas bertentangan dengan ayat Alqur’an dan hadist,” ujar Prof Nasaruddin, dalam ceramahnya di channel Nasaruddin.
Menurut dia, banyak contoh di jaman Nabi Muhammad yang bisa dijadikan pelajaran bahwa saat jaman Nabi sudah terjadi kerjasama dengan non Islam. Salman Alfaarisi, arsitek perang Nabi, di mana Nabi pergi, dia selalu ada di sekitar Nabi. Saat itu, Alfaarisi belum masuk Islam dan sudah masuk inner circle Nabi Muhammad. Dia masuk Islam saat last minute.
Alfaarisi, arsitek perang Nabi dari Persia. Dialah yang menjadi arsitek perang khondaq, di mana dia yang membuat strategi gali lubang atau membuat parit parit dalam peperangan di Madinah. Umar bin Khottob juga ada pegawainya non muslim. Umar bin Abdul Aziz juga mempunyai pegawai dari non muslim. “Jadi banyak non muslim diangkat jadi pegawai. Itu karena talentanya,” ujar Prof Nasaruddin yang juga guru besar UIN Jakarta ini.
Prof Nasaruddin mengutip ayat,”Bahwa Allah memuliakan anak cucu adam; surat alisro ayat 17-70.” Pertanyaannya apakah orang Kristen bukan keturunan Nabi Adam? Apakah orang Hindu bukan keturunan Nabi Adam? Semuanya keturunan Nabi Adam. Jadi semua keturunan Nabi Adam wajib kita muliakan, karena keturunan Nabi Adam itu mempunyai ruh. Ruh itu dari Tuhan. Jadi jangan mendiskriminasi manusia karena perbedaan agama,” katanya.
Hanya Prof Nasaruddin mengingatkan, meskipun tidak ada larangan bekerjasama dengan non Islam, tetapi dilarang tenggelam atau ikut larut dalam kelompok yang memiliki agenda khusus.
Karena itu yang perlu diperbaiki saat ini adalah menghilangkan rasa kecurigaan yang berlebihan agar tidak terlalu sensitive terhadap sesuatu yang terkait dengan perbedaan agama.
(lam)