Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

5 Persiapan Penting Pasutri Sebelum Tambah Momongan

lusi mahgriefie Kamis, 20 Juni 2024 - 13:00 WIB
5 Persiapan Penting Pasutri Sebelum Tambah Momongan
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kehadiran anak di keluarga bisa melengkapi kebahagiaan rumah tangga. Banyak dari pasangan suami istri mengharapkan punya momongan lebih dari satu. Nah sebaiknya simak persiapan-persiapan yang harus diketahui sebelum Anda mewujudkan rencana menambah momongan.

Pasangan suami istri yang berniat menambah anak sebaiknya mulai mempersiapkan sejak awal. Mulai dari persiapan kesehatan sang ibu untuk kehamilan berikutnya, kesiapan mental hingga kesiapan energi.

Sebab hal yang harus disadari, ada konsekuensi setelah memutuskan menambah anak yaitu orangtua harus pandai membagi perhatian, kasih sayang, dan waktu kepada kakak. Jangan sampai begitu si adik lahir, cinta dan perhatian untuk kakak teralihkan semua.

Baca juga:Usia Tepat Bayi Boleh Mengonsumsi Makanan Padat

Salah satu yang menjadi pertimbangan penting adalah jarak usia antara kakak dengan calon adiknya. Jika rentang usia anak satu dengan lainnya kurang dari dua tahun, itu belum bisa dilabeli kakak-adik. Mereka lebih kepada teman sebaya, sepermainan. Jadi tidak bisa si kakak dibebankan tanggung jawab bahwa dia harus menjaga adiknya. Sebab dia sendiri masih butuh kasih sayang.

Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa Anda dan pasangan sudah siap secara fisik dan mental sebelum memutuskan untuk menambah anak. Seperti dilansir dari Alodokter.com berikut ini lima hal yang perlu dipertimbangkan dan persiapkan:

1. Usia ibu
Bila usia ibu di bawah 30 tahun dan tidak memiliki masalah kesehatan atau kondisi medis yang menyulitkan selama kehamilan sebelumnya, maka peluang untuk hamil anak kedua akan lebih aman.

Namun, kalau ibu sudah berusia di atas 35 tahun, maka peluang untuk hamil kembali mungkin bisa lebih sulit. Selain itu, pada usia tersebut kamu pun akan lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti keguguran atau diabetes gestasional.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa semakin tua usia ibu saat hamil, maka semakin tinggi pula risiko janin untuk mengalami kelainan kongenital. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter jika kamu ingin hamil anak kedua meski usia tak lagi muda.

2. Waktu yang tepat untuk hamil anak kedua
Jarak ideal antara kelahiran dan kehamilan berikutnya adalah sekitar 2–4 tahun. Hal ini dikarenakan jarak kelahiran yang terlalu dekat sangat berisiko bagi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

Sebagai informasi, tubuh wanita membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan siap untuk mengandung lagi. Jika tetap dipaksakan hamil dalam waktu dekat, maka kamu akan berisiko mengalami gangguan plasenta, terutama jika persalinan sebelumnya dilakukan dengan operasi caesar.

Selain itu, jarak kelahiran yang terlalu dekat juga menyebabkan anak kedua berisiko lahir premature.

Baca juga:BSI Salurkan 9.390 Hewan Potong ke Seluruh Indonesia

3. Kondisi finansial
Selain kondisi fisik dan mental, kondisi keuangan juga menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum kamu dan pasangan memutuskan untuk memiliki anak kedua. Soalnya, dengan menambah momongan, maka biaya hidup keluarga tentu akan bertambah.

Bila ingin menambah buah hati, perhitungkan kembali kondisi keuangan kalian dan persiapkan biaya untuk kebutuhan utama saat anak kedua lahir nantinya, seperti susu, perlengkapan bayi, imunisasi, hingga biaya pendidikannya kelak.

Jika kamu saat ini masih aktif bekerja, maka diskusikan kembali dengan pasangan apakah nantinya akan kamu tetap bekerja atau berhenti dan fokus mengurus anak.

4. Kesiapan pasangan
Tidak dapat dipungkiri, kehadiran anak kedua tentu akan semakin menyita sebagian besar waktu kalian berdua. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan apakah pasanganmu telah siap untuk memiliki anak lagi atau tidak.

Bila salah satu dari kalian belum yakin atau siap, maka sebaiknya tundalah terlebih dahulu dan tak perlu memaksakan untuk segera memiliki anak kedua di waktu dekat ya.

5. Kesiapan anak pertama untuk jadi seorang kakak
Kehadiran seorang adik bisa membuat anak pertama senang atau justru gelisah dan cemburu pada adiknya karena perhatian orang tuanya terbagi. Namun, masalah ini biasanya hanya berlangsung sementara.

Kamu bisa mencoba memberi pengertian dan mengajarkan anak pertama untuk menjadi seorang kakak yang baik. Beberapa cara yang dapat kamu lakukan, yaitu:
* Tanyakan pendapatnya bagaimana jika ada kehadiran bayi baru.
* Ajaklah anak pertama saat mempersiapkan berbagai perlengkapan atau memilih barang untuk kamar calon adik.
* Ikut sertakan anak pertama untuk menemani ibu saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Hal ini dapat memberikan pengertian padanya bahwa ia akan menjadi seorang kakak.
* Ajak anak pertama untuk berinteraksi dengan calon adik yang ada di dalam perut.
* Ajarkan dan beri tahu anak pertama secara perlahan mengenai peran dan cara menjadi kaka yang baik.
* Habiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan anak pertama sebelum anak kedua hadir.

Keputusan untuk memiliki anak kedua merupakan hal besar yang harus dipersiapkan dan dipikirkan secara matang bersama dengan pasangan.

Selain hal-hal di atas, hal yang tak kalah penting yang perlu dipersiapkan adalah kondisi kesehatan si ibu untuk hamil anak kedua. Jadi, konsultasikanlah ke dokter untuk mengetahui apakah ibu sudah siap mengandung anak kedua

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)