LANGIT7.ID, Jakarta - Warung sembako umumnya tergolong ke dalam usaha mikro kecil. Tempat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian besar warung sembako yang ada, masih belum bisa meningkatkan kesejahteraan pelaku usahanya. Hal itu dikarenakan beberapa kendala seperti sulitnya mendapatkan akses pembiayaan dan pasokan barang yang murah.
Untuk itu, Direktur Utama PT Alvin Faris Group sekaligus Wakil Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah, Umar Jahidin berupaya untuk mengembangkan usaha mikro kecil tersebut. Sehingga pelaku usaha warung sembako dapat meningkatkan omzet penjualan mereka.
"Kami berupaya memfasilitasi pelaku usaha warung sembako ke sumber pembiayaan yang murah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan. Dalam hal ini kami juga bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI)," ujarnya kepada LANGIT7.ID, Selasa (7/9).
Baca juga: Berawal dari Hobi, Muslim Asal Boyolali Kini Bisnis Sekolah Murai BatuSelain itu, lanjut Umar, pihaknya juga mencarikan sumber barang dagangan dari hulu. Setidaknya, melalui distributor pertama seperti pabrik.
Sebab, selama ini kendala yang dialami warung sembako karena barang dagang yang diperoleh berasal dari agen kecil, seperti agen tangan ke-3 atau bahkan tangan ke- 4 dari pabrik. Sehingga, hal itu akan mempengaruhi tingkat margin yang diperoleh.
"Apalagi, selama ini sumber modal yang mereka dapat, sebagian berasal dari bank 'keliling' yang kita ketahui bunganya cukup tinggi sampai 10 persen perbulan. Oleh karena itu, kami menggandeng BSI karena bunganya yang terbilang lebih kecil, yakni sekitar 6 per tahun," jelasnya.
Muslim yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah NTB ini juga mengatakan, untuk tahap pertama telah dikembangkan sebanyak 161 warung sembako di Kabupaten Tangerang, yang tersebar di Kecamatan Tiga raksa, Kecamatan Solear, dan Kecamatan Cisoka.
Ia juga menargetkan akan mengembangkan sebanyak 1.000 warung sembako selama setahun ke depan yang mencakup 14 kecamatan di seluruh Kabupaten Tangerang, dan direncanakan bakal menyasar wilayah Jabodetabek.
![Forum Komunikasi Alumni IMM Bersama BSI Bantu Usaha Mikro Kecil Naik Kelas]()
Umar mengaku tergerak dalam mengembangkan warung sembako ini, untuk bisa membantu pelaku usaha mikro kecil yang terlibat di dalamnya bisa naik kelas. Selain itu, diharapkan dapat terlahirnya warung sembako baru bagi warung kecil yang telah ada.
"Terlebih, bisnis sembako relatif bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini. Nantinya, pelaku usaha akan mengelola warung sembakonya masing-masing. Sementara secara keseluruhan, akan diatur oleh Tim (Divisi ) Retail PT. Alvin Faris Mandiri yang bekerja sama dengan tim IT dari BSI atau pihak ketiga yg akan ditunjuk," jelasnya.
Selanjutnya ada lagi perusahaan yang menjadi binaan Forum Komunikasi Alumni IMM (FOKAL IMM) yaitu PT. RPN (PT. Rantau Pinishi Nusantara). Ikut bergabung membina warung sembako. PT. RPN dirancang untuk tingkat nasional. Sementara PT. Alvin Faris untuk Jabodetabek. Satu tahun ke depan direncanakan 1000 warung bisa dibina.
Umar optimis, target pengembangan 1.000 warung sembako setahun ke depan dapat terlaksana. Pasalnya, calon mitra binaan disebutkan sudah banyak mengantre, ditambah dengan bisnis sembako yang tidak pernah redup karena menyangkut kebutuhan pokok.
Apalagi, pihaknya juga telah mendapatkan dukungan dari pihak perbankan, seperti BSI untuk turut membantu membiayai sektor UMKM ini. Ia menyebutkan, saat ini pembiayaan bagi UMKM baru sekitar 20 persenan dari total pembiayaan (kredit) secara nasional, padahal sekitar 60 juta pengusaha UMKM setara dengan 95 persen dari total jumlah pengusaha secara nasional.
"Bayangkan pengusaha besar yang hanya 5 persen itu mendapatkan porsi pembiayaan (kredit) dari perbankan mencapai 80 persen. Ini kan menjadi sangat timpang," ujarnya.
Bahkan, untuk mendukung berjalannya pengembangan warung sembako dengan baik, ia juga telah membentuk tim ahli, seperti marketing, keuangan, dan dari kalangan ahli agama, seperti ustadz. Menurutnya, peran ustadz yang dihadirkan ini cukup penting, karena bertugas untuk membimbing nasabah agar istiqomah membayar utang, bekerja keras, dan jujur.
"Ini penting, dan saking pentingnya, saat kami presentasi di BSI kemarin itu ditanyakan secara detail. Harapannya nasabah dari BSI ini tidak ada yang macet, dan Non Performing Loan (pinjaman bermasalah) sangat kecil," jelasnya.
Seputar Warung Sembako BinaanWarung sembako yang dikembangkan PT Alvin Faris Group ini disebutkan akan mendorong usaha menjadi lebih besar. Selain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, juga diharapkan dapat membantu warung kecil di sekitarnya.
Selain itu, warung sembako binaannya ini juga akan menerima produk lokal di luar kebutuhan pokok untuk dititipkan, seperti jajanan, kacang bawang, roti, telur asin, dan lainnya. Melalui hal itu, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil lainnya.
"Pelayanan harga nantinya tentu lebih murah, karena produk didapatkan dari tangan pertama setelan pabrik. Kami juga mengantar langsung barang tersebut ke warung sembako binaan ini, jadi mereka tidak capek untuk belanja. Bahkan tim kami siap membantu untuk penyetoran cicilan ke BSI," jelasnya.
Baca juga: Sandiaga Uno: Wakaf dan Infak Berpotensi Majukan Ekonomi Syariah IndonesiaGandeng BSI Kembangkan Warung SembakoUmar menuturkan, BSI memiliki peran tersendiri dalam pengembangan warung sembako binaannya ini. Di mana, BSI membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tergabung dalam usaha mikro kecil agar penghasilan mereka meningkat, dan ekonomi terus tumbuh.
Selain itu, mengurangangi ketimpangan kesempatan berusaha, khususnya soal pembiayaan.
"Sementara kami, PT Alvin Faris Mandiri bertugas sebagai pendamping (pembina), yang akan membina mitra dengan baik agar mereka bisa berkembang, mencari sumber barang termurah. Rencananya, ke depan kita akan kontrak langsung dengan berbagai pabrik kebutuhan pokok, sehingga harga lebih terjaga dan murah," jelasnya.
Ia berharap, melalui binaan PT Alvin Faris Mandiri, dapat lebih meningkatkan eksistensi warung sembako yang berpenghasilan sekelas agen. Juga menjadi pengusaha distributor baru yang andal yang bermitra langsung dengan pabrik seperti Indofood, Wings Care, dan Unilever, dan lainnya.
"Harapan kami agar ikhtiar awal ini benar-benar kita kawal bersama. Kami percaya BSI sebagai salah satu dari 10 besar bank syariah dunia, bisa menjalankan peran mediasinya secara bijak namun tetap dengan kehati-hatian. Sehingga gagasan ini bisa berkelanjutan dan massif ke depannya," imbuhnya.
(zul)