LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ralf Rangnick bisa bernafas lega. Timnya, Austria, baru saja meraih kemenangan penting. Seusai laga, pelatih yang terkenal dengan gaya permainan menekan ini menyesap minuman energi di konferensi pers. Kemenangan ini membuka peluang Austria lolos dari Grup D saat menghadapi Belanda Selasa nanti.
Sementara itu, mimpi Polandia harus kandas. Hasil imbang antara Belanda dan Prancis memastikan mereka tersingkir. Marko Arnautovic, sang kapten Austria, memastikan kemenangan lewat tendangan penalti. Momen mengharukan terjadi saat Christoph Baumgartner memeluk erat Rangnick usai mencetak gol.
"Untung kacamata saya tidak apa-apa," canda Rangnick. "Ini pertandingan hidup-mati. Yang kalah tersingkir, yang menang punya masa depan di tangan sendiri. Sejak saya melatih Austria, ini laga terpenting. Wajar kami sangat senang."
Polandia tampak tidak siap menghadapi intensitas permainan Austria. Keputusan tidak memainkan Robert Lewandowski dari awal juga mengejutkan. Padahal, pelatih Michal Probierz menyatakan striker andalan itu fit. Mungkin absennya Lewandowski di awal laga membuat Austria lebih percaya diri.
Austria langsung tancap gas. Mereka unggul pada menit ke-9 lewat sundulan Gernot Trauner dari umpan silang Philipp Mwene. Rangnick berusaha tenang, tapi tak bisa menahan senyum kecil.
Krzysztof Piatek menyamakan kedudukan di menit ke-30. Tapi Austria tetap mendominasi permainan. Lewandowski akhirnya masuk di menit ke-60, tapi tak banyak membantu. Justru pemain pengganti Austria yang bikin perbedaan.
Alexander Prass memberikan umpan yang cerdik. Arnautovic dengan licik membiarkan bola lewat di antara kakinya, mengecoh pertahanan Polandia. Baumgartner tak menyia-nyiakan kesempatan, mengirim bola melengkung melewati Wojciech Szczesny.
"Kami pernah mengalahkan Jerman tahun lalu dan bermain bagus beberapa bulan terakhir," ujar Baumgartner. "Orang mulai berharap tinggi, tapi kami tetap realistis. Jika bermain maksimal, kami bisa mengalahkan banyak tim kuat."
Arnautovic memastikan kemenangan dari titik putih setelah Szczesny melanggar Marcel Sabitzer. Kehadiran Lewandowski yang diharapkan menakuti Austria justru tak berdampak. Ia hanya menyentuh bola 11 kali tanpa ada yang berarti.
"Kami kebobolan tak lama setelah dia masuk, situasinya berubah," kata Probierz. "Ini laga intensitas tinggi. Kami dan tim medis sepakat Lewandowski tidak start. Kami berharap bisa menekan di babak kedua."
Satu-satunya kontribusi Lewandowski sebelum masuk adalah membisikkan instruksi ke staf pelatih. Apapun pesannya, sepertinya berhasil karena Piatek mencetak gol tak lama kemudian.
Namun itu hanya kegembiraan sesaat. Austria terus mengamuk. Baumgartner merayakan gol dengan Rangnick. Szczesny menyelamatkan tembakan Patrick Wimmer. Arnautovic mengeksekusi penalti dengan tenang. Di akhir laga, Konrad Laimer nyaris menambah gol keempat.
"Tekanannya luar biasa," aku Baumgartner. "Kami sulit tidur siang karena stres. Jadi kami sangat lega sekarang. Tapi kami tahu masih banyak pekerjaan. Ini baru permulaan."
(lam)