LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia siap berperan sebagai regional hubungan produksi Covid-19 dalam mendukung pemenuhan kebutuhan global. Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mewakili Indonesia dalam G20 Health Ministers Meeting di Roma, Italia.
Dalam pertemuan yang berlangsung secara virtual sejak tanggal 5-6 September 2021, Menkes Budi mengatakan komitmen Indonesia dalam pemulihan pascapandemi Covid-19, kolaborasi penanganan pandemi, pendekatan One Health untuk kesehatan manusia-hewan-lingkungan, dan akses terhadap farmasi dan alat kesehatan yang mudah dan cepat.
"Menghadapi pandemi Covid-19, dunia perlu secara agresif mengembangkan kapasitas produksi vaksin berbasis lokal, terapeutik, dan diagnostik. Kapasitas produksi vaksin covid-19 di seluruh dunia harus dilipatgandakan dan Indonesia siap untuk berkontribusi pada rantai pasokan global vaksin Covid-19," kata Menkes dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9).
Baca juga:
Pandemi Berdampak, Kominfo Bentuk Resilient Team Tingkatkan Kompetensi SDMUntuk melakukan ini, lanjut Menkes, perlu adanya transfer teknologi dan pengetahuan serta peningkatan kapasitas dalam penelitian dan pengembangan, terutama dari negara maju ke seluruh dunia harus dipercepat.
"Ini dapat dilakukan dengan cepat melalui B2B atau kerjasama multilateral," ujar Menkes.
Menkes Budi kemudian menjelaskan bahwa dalam upaya penanganan tantangan kesehatan saat ini dan di masa depan, terdapat dua langkah utama yang dipandang penting oleh Pemerintah Indonesia.
"Pertama, mendorong akses vaksin yang merata melalui COVAX-Facility. Kedua, melipatgandakan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di seluruh dunia untuk sistem kesehatan yang lebih tangguh," jelasnya.
Hingga kini, setidaknya 40% dari populasi dunia telah menerima satu dosis vaksin Covid-19. Namun, 4 dari 5 dosis tersebut diterima oleh penduduk di negara-negara dengan penghasilan menengah atas dan tinggi.
Hanya 20% dari pasokan vaksin global yang tersedia untuk negara berkembang meskipun populasinya hampir setengah dari populasi dunia.
Melalui pertemuan G20, Indonesia mendorong reformasi sistem kesehatan global mencakup penguatan peran sentral WHO dalam kesiapsiagaan dan respons pandemi, deteksi dan peringatan dini, serta berbagi informasi secara cepat.
Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya pencegahan dan manajemen penyakit menular dan tidak menular serta investasi terhadap kesehatan anak dalam mendukung pencapaian SDGs 3 yang terhambat akibat pandemi Covid-19.
(sof)