LANGIT7.ID, Magelang - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan bus vaksin, yang siap melakukan jemput bola ke remote area, atau kawasan yang terpencil di daerah.
Vaksin mobile tersebut diharapkan bisa menyasar kawasan yang selama ini sulit dijangkau. Sasaran pertama adalah di Magelang. Setelah itu, vaksinasi mobile ini akan menyasar ke sejumlah kabupaten/kota di Jateng.
“Kita tahu meskipun Jawa Tengah itu tengahnya Jawa, tapi remote areanya masih banyak,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat meluncurkan bus di Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang, Rabu (8/9).
Baca juga: Datangi Banjarnegara, Gubernur Jateng Dorong Go DigitalDikatakan, sasaran dari bus vaksin ini adalah untuk para lanjut usia dan masyarakat yang berisiko tinggi. Ia mengajak kepada kepala desa, kepala dusun untuk mengajak kelompok-kelompok masyarakat yang rentan tersebut agar mereka terlindungi.
“Angka kematian didominasi oleh kelompok lansia dan mereka yang belum mendapatkan vaksin. Kalau ini semua bisa kita tutup jadi satu, maka (penularan) ini akan bisa kita cegah agar mereka bisa beraktivitas, “ ucapnya.
Pemprov Jateng memilih areal Candi Borodur menjadi lokasi pertama vaksinasi mobile. Ini tak lain karena Borobudur adalah destinasi super prioritas. Karenanya, ia berharap bisa segera menggerakan ekonomi warga sekitar, dengan memberikan vaksin kepada semua pelaku pariwisata.
Jika semua pelaku pariwisata sudah divaksin, Candi Borobudur akan diuji coba untuk dibuka kembali agar ekonomi bisa kembali bergeliat.
“Saya titip ke pemangku wilayah, agar mensosialisasikan keberadaan bus vaksin ke warganya. Sekaligus memberi pengertian agar mereka agar mau mengantri,” kata dia.
Baca juga: Youtuber Muslimah Woro Widowati Tetap Produktif di Era PandemiTarget vaksinasi di Jawa Tengah sampai dengana akhir tahun sebanyak 28 juta orang. Akan tetapi sampai dengan saat ini baru terealisasi 7,7 juta orang yang sudah divaksin dosis pertama dan 4,5 juta divaksin dosis kedua.
Ganjar berharap pemerintah pusat menambah alokasi vaksin untuk Jateng, karena dari yang saat ini 1 juta -1,6 juta/minggu akan sulit tercapai untuk mengcover 28 juta orang sampai dengan akhir tahun.
Setidaknya, butuh alokasi 2,5 juta vaksin setiap minggunya agar bisa mencapai target sesuai yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Kalau vaksin ditambah, kita jadi lebih enteng,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
(zul)