LANGIT7.ID-, Jakarta- - Amerika Serikat pada hari Kamis menegaskan kembali dukungannya untuk solusi dua negara setelah anggota parlemen Israel memilih untuk menentang pembentukan negara Palestina sebagai "ancaman eksistensial."
"Saya rasa cara terbaik untuk menanggapi hal itu adalah dengan menegaskan kembali keyakinan kami yang kuat akan kekuatan dan janji solusi dua negara," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby.
Dia menolak untuk berkomentar langsung tentang voting Israel, sekutu utama AS, yang segera dikritik oleh para pemimpin Palestina dan komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa "kami akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk mencoba mencapai" solusi dua negara.
Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri, Vedant Patel, mengatakan: "Saya rasa dapat disimpulkan dengan aman bahwa undang-undang yang menentang solusi dua negara bukanlah sesuatu yang akan membuat kami senang."
Parlemen Israel, Knesset, mengesahkan resolusi simbolis pada hari Kamis yang menyatakan bahwa negara Palestina di tanah yang diduduki oleh tentara Israel akan "melanggengkan konflik Israel-Palestina dan destabilisasi kawasan."
Resolusi itu menyatakan "mempromosikan" negara Palestina "hanya akan mendorong Hamas dan pendukungnya" setelah serangan 7 Oktober terhadap Israel yang memicu perang Gaza.
Voting itu disetujui menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington minggu depan, di mana dia akan berpidato di depan Kongres AS.
Amerika Serikat adalah pendukung politik dan militer utama Israel, tetapi kedua negara secara mendasar bertentangan dalam masalah kenegaraan Palestina.
(lam)