Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Masjid Peninggalan Belanda di Jakarta Pernah Jadi Markas Jepang

fajar adhitya Rabu, 08 September 2021 - 19:50 WIB
Masjid Peninggalan Belanda di Jakarta Pernah Jadi Markas Jepang
Masjid peninggalan Belanda di Jakarta pernah jadi Markas Jepang. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid peninggalan Belanda di Jakarta pernah jadi markas Jepang. Bangunan ini dulunya dinamai Gedung Boplo, nama aslinya NV de Bowploeg dan kini jadi Masjid Cut Meutia.

Bangunan rumah ibadah tersebut ketika itu merupakan perusahaan real estate pertama di Hindia Belanda yang didirikan pada 1912. Masjid peninggalan Belanda ini didesain arsitekPieter Adriaan Jacobus Moojen untuk mengembangkan Nieuw Gondangdia.

Saat meletus Perang Dunia II, pemerintah kolonial Belanda menjadikan bangunan masjid peninggalan Belanda ini sebagai markas tentara. Fungsinya sebagai basis militer berlanjut sampai masa penjajahan Jepang, sebagai markas Satuan Polisi Militer Jepang.

Baca Juga: 4 Masjid Instagramable di Jakarta, No 3 Tempat Berlabuh Kapal

Setelah Indonesia merdeka, masjid peninggalan Belanda sempat berganti-ganti fungsi, mulai dari Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kantor PDAM, Kantor Pos, kantor Dinas Perumahan Jakarta, hingga kantor Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Setelah kantor MPRS dipindahkan ke Senayan, warga mendatangi Ketua MPRS, AH Nasution dan meminta agar gedung ini dialihfungsikan menjadi masjid.

Tiga tahun berselang, Gubernur DKI Jakarta pada saat itu Ali Sadikin mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur No 5184 Tahun 1987 tertanggal 18 Agustus 1987, bangunan itu resmi menjadi sebuah masjid bernama Masjid Cut Meutia.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)